Selasa, 07 Juli 2009

Emirat Palestina!



Tembok rasial Israel, membuat wilayah Tepi Barat terisolasi dalam sekat-sekat kecil


Shalah Humeida – Infopalestina: Banyak rencana dan inisiatif telah disusun untuk Palestina selama bertahun-tahun. Pada dzahirnya para penggagasnya mengklaim hal itu bisa menyediakan solusi optimal untuk menyelesaikan konflik atas Palestina.

Rencana dan inisiatif yang paling terkemuka adalah rencana yang keluar dari mulut politisi Zionis. Rencana ini disebut rencana (Alon) atau disebut (Rencana Kulit Singat). Ini dianggap sebagai satu-satunya rencana yang menjadi perhatian setiap pengamat bahwa ia adalah satu-satunya di antara rencana dan inisiatif di seluruh dunia yang dilaksanakan di lapangan. (Elon) ini mengusulkan sejak tiga dekade yang lalu agar Tepi Barat dibagi-bagi dan dipotong-potong dengan jalan-jalan permukiman dari barat ke timur dan selatan ke utara. Sehingga dengan jalan-jalan ini wilayah berpenduduk Palestina hidup dalam ghetto (sekat-sekat) dan dalam waktu yang sama ada potensi yang tersedia untuk perluasan pemukiman Yahudi di luar kotak-kotak (ghetto) Palestina.

Rencana kulit singa ini menjadikan komunitas penduduk Palestina berada dalam kantong-kantong isolasi terpencil yang tidak tersambung dari pemukim dan permukiman. Rencana ini mendapat dukungan, inisiatif dan pelaksanaan selama bertahun-tahun hingga hari ini. Walaupun dalam konsisi damai, perang dan negosiasi. Namun rencana tersebut terus berjalan di lapangan riil dengan langkah pasti. Tidak berhenti dengan berubahnya pemerintah dan partai-partai Zionis. Bahkan rencana semakin cepat langkahnya untuk dilaksanakan di masa-masa negosiasi semakin kencang dengan apa yang disebut kelompok kiri atau kelompok tengah Zionis. Hal ini paling mengejutkan! Maka barang siapa yang mengandalkan pejabat resmi Arab dalam upaya untuk mencapai solusi, mereka lah yang paling melaksanakan rencana tersebut yang bertentangan dengan tujuan yang dinyatakan untuk negosiasi!.

Awal Intifadhah al Aqsha, salah seorang politisi Zionis menegaskan keinginannya berinteraksi dengan pemimpin lokal di setiap kota atau kelompok massa Palestina, dan bukan untuk berinteraksi dengan orang Palestina secara keseluruhan, dengan perwakilan politik sehingga dicapai negosiasi dan kesepakatan dengan mereka. Hal ini kala itu dipahami sebagai pernyataan yang terisolasi, yang dimaksudkan untuk melecehkan Yasser Arafat, yang mereka katakan bahwa dia (Arafat) berunding dengan mereka di satu sisi dan melepaskan tangan perlawanan di sisi lain.

Belum lama, salah seorang politisi Zionis Israel mengusulkan ide yang sama. Yaitu pembentukan apa yang disebut (Emirat Palestina) sejenis dengan Uni Emirat Arab di Teluk Arab. Anehnya, sekarang ini tidak ada Yasser Arafat dan tidak ada perlawanan di Tepi Barat!.

Lantas, mengapa kemudian tema ini kembali dibangkitkan secara politik dan media, sementara pelaksanaan slogan ini di lapangan sudah terjadi selama bertahun-tahun dan bahkan sampai hari ini?

Jadi, proyek ini tidak pernah meninggalkan otak dan aplikasi di lapangan. Politisi Zionist menganggap sekarang adalah waktu yang tepat untuk meneguhkannya secara nyata di lapangan. Namun apakah yang dimakdus dengan emirat ini, apakah ia serupa dengan saudaranya di Teluk?

Yang di Teluk adalah Uni Emirat Arab dan yang di sini adalah emirat-emirat dalam bentuk kelompok-kelompok kecil. Sehingga jika anda ingin melakukan perjalanan dari emirat Ramallah ke emirat desa-desa di utara Ramallah untuk menghadiri sebuah acara pernikahan, maka mungkin mood (temperamen dan watak) para serdadu di pos pemeriksaan Attara jengkel dan melarang ratusan mobil menyeberang. Jika Anda ingin melakukan perjalanan dari emirat yang sama ke emirat Eizariya (Abu Deis), maka para serdadu di pos pemeriksaan menunjukkan mood sama. Jika anda berhasil melewati satu pos pemeriksaan maka anda akan menjumpai pos pemeriksaan lain. Bila anda ingin melakukan perjalanan ke selatan menuju emirat Betlehem atau Hebron, maka Anda menghadapi benteng (pos pemeriksaan al Kintenr) di pinggiran Wadi Nar. Urusan di sini berlaku aturan yang sama. Jika anda ingin pergi ke utara menuju emirat Nablus, maka anda akan melihat pos pemeriksaan Hawara, di mana tindak penghinaan terhadap orang-orang Palestina dilakukan secara kreatif. Demikian juga bila ingin bepergian ke emirat Jenin, Tulkarm, Salfit, dan bukan berakhir di emirat Qalqilya, yang jika beruntung anda akan meninggalkan tempat tersebut sebelum ditutup gerbangnya, yaitu sebuah penjara besar yang dikelilingi dinding beton dan hanya memiliki satu pintu yang dibuka dan ditutup sesuai dengan mood para serdadu Zionis Israel yang ada di gerbang.

Blockade emirat-emirat di Tepi Barat dan kondisinya yang tunduk pada mood dan rencana Zionis Israel bukanlah monopoli. Namun daerah yang lebih awal disebut (emirat) Gaza juga mengalami kondisi yang sama bahkan lebih buruk dari saudaranya yaitu emirat-emirat di Tepi Barat. Saya heran dengan mereka yang menyebut Jalur Gaza (emirat) sejak dua tahun lalu!! Mengapa tidak menyebutnya dengan negara, kesultanan atau bahkan khilafah untuk mengintimidasi dan melecehkan pada saat yang sama?.

Penyebutan emirat adalah dalam konteks umum untuk membuat emirat-emirat yang sudah terjadi saat ini di Tepi Barat. Mungkin ada yang mengatakan itu tanpa sengaja, tetapi ada juga yang mengatakannya dengan sengaja dan lebih gigih.

Pertanyaannya adalah: apakah perencanaan dan pelaksanaan Zionis akan tetap pada rencana (Kulit Singa) atau (Rencana Allon) atau (Rencana Emirat Palestina)?

Tentu saja, tidak. Pekerjaan yang dilakukan sekarang adalah pemasaran agar (emirat) timur Yordania menjadi Emirat Palestina! Apakah rencana ini bisa mengusir penduduk (emirat-emirat) Palestina ke (emirat) Yordania? Apakah rencan aini bisa mengusir pengungsi Palestina dari Libanon dan Syria ke (emirat) Yordania?.

Apakah kebetulan, bisa salah seorang pemimpin militer Zionis Israel menyatakan bahwa raja Yordania saat ini, akan menjadi raja terakhir keluarga Hasyimi di Yordania? Apakah kebetulan terjadinya usulan menjadikan Yordania sebagai negara Palestina dari pihak Knesset Israel?
Apa yang tidak bisa diketahui para pejabat politik Arab, yang menyebut diri mereka sebagai orang-orang moderat, bahwa mereka adalah target berikutnya dari orang-orang Israel yang menjadi sekutu mereka. Mereka sekarang sedang mempersiapkan kuburan dengan tangan mereka sendiri. Barang siapa yang membakar semua kapalnya dan berdiri telanjang di depan musuhnya, ia akan menjadi orang pertama yang membayar harga!!.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar