Senin, 25 Mei 2009

Sejarah Kaum Terkutuk

Yang aneh dan mengherankan adalah dalil atas ijtihad Musdah Mulia yang mengatakan bahwa: “Sejauh yang saya tahu, Al-Quran tidak memberi jawaban yang jelas. Tetapi kebencian Luth terhadap kaum homo di samping karena faktor kecewa karena tidak berhasil menikahkan kedua putrinya, juga karena anggapan Luth yang salah terhadap kaum homo”. Aneh memang jika Musdah Mulia menyimpulkan demikian, padahal Al Quran dengan jelas dan gamblang telah memberikan jawaban bahwa mereka [kaum Luth, red] adalah kaum yang terkutuk, karena apa mereka itu terkutuk…? Jelas sekali Al Quran memberikan jawaban itu.

Materi: Menengok Sejarah Kaum Terkutuk
Narasumber: Muhammad Ridho Al Habsyi
Moderator: Mukhlisin Turkan
Transkip: Ali Ridho Al Hamid


Dalam Al-Quran disebutkan bahwa nabi Luth as adalah saudara dari Nabi Ibrahim as, dia adalah seorang yang dikenal pemberani dalam menyampaikan kebenaran, Nabi Luth as diutus Allah swt untuk memberikan hidayah kepada kaum Sadum. Kaum Sadum atau kaum Luth adalah kaum yang dikenal sangat bobrok dari semua dimensi kemanusiaan, akidahnya, akhlaknya dll. Mereka adalah kaum yang suka merampok, mendholimi sesamanya dan yang paling mengerikan adalah mereka gemar melakukan hal-hal yang tidak lazim dilakukan oleh seorang manusia dimuka bumi bahkan binatang buas sekalipun. Mereka gemar melakukan hubungan seksual dengan sesama jenis. Dan inilah permulaan dari satu kaum terkutuk yang memulai perbuatan terkutuk atas dasar suka sama suka dan atas dasar tidak mendhalimi orang lain. Begitulah muqadimah ngaji lesehan yang dibawakan oleh Ridho Al Habsyi.

Selanjutnya dia mengutip ayat Al Quran. Surat Al-araf ayat 80. "Dan (kami juga mengutus) Luth kepada (kaumnya), (ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya: “Mengapa kalian melakukan perbuatan fasyiah atau buruk itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu?”. Nabi Luth as di utus oleh Nabi Ibrahim as untuk pergi ke kota Sadum, tempat dimana kaum luth hidup. Dalam riwayat disebutkan beliau disana selama 30 tahun. Kaum Luth mengetahui bahwa Luth as adalah seorang nabi utusan Allah swt dan mereka juga mengetahui bahwa saudara Nabi Luth as yaitu Nabi Ibrahim as yang mengutusnya agar memberikan peringatan akan adanya azab Allah swt adalah seorang nabi Allah swt juga.

Lalu setelah bercerita panjang lebar tentang sejarah pasca diutusnya seorang nabi kesana dan sesudahnya kepada kaum terkutuk itu, narasumber berusaha menjelaskan bukti-bukti perangai bobrok dan dekandensi moral kaum Luth as, berdasarkan ayat-ayat Al Quran, berikut ini adalah bukti-bukti nyata itu.

1. Kaum luth adalah kaum yang melampaui batas atau “musrifun”. Qs Al araf ayat 81. “Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita , malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas”.

2. Kaum luth adalah kaum yang ingkar “munkarin”. Qs Al Hijr, ayat 61 dan 62. “Maka tatkala para utusan itu datang kepada kaum Luth beserta pengikut-pengikutnya”,. Ia berkata : “Ssesungguhnya kamu adalah orang-orang yang tidak dikenal”.

3. Kaum luth adalah kaum yang jahat “faasiqun”. Qs Al- Anbiya ayat 74. “Dan kepada Luth Kami telah berikan ilmu dan hikmah , dan telah Kami selamatkan dia dari (azab yang telah menimpa penduduk ) kota yang melakukan perbuatan keji. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik”.


4. Kaum luth adalah kaum yang melampaui batas “addun”. Qs As-syuara ayat 166. “Dan kamu tinggalkan Istri-istri yang dijadikan tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas”.

5. Kaum Luth adalah kaum yang bodoh “tajhalun”. Qs An-naml ayat 55. “Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafsu(mu), bukan (mendatangi) wanita? Sebenarnya kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu)”.

6. Kaum Luth adalah kaum yang gemar berbuat kerusakan dimuka bumi “mufsidin”. Qs Al-ankabut ayat 30. Luth as berdoa: “Ya tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu”.

7. Kaum Luth adalah kaum yang melakukan perbuatan munkar dengan terang-terangan. Qs. Al-ankabut ayat 29. “Apakah sesungguhnya kamu patut mendatangi laki-laki, menyamun dan mengerjakan kemunkaran di tempat-tempat pertemuanmu? Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan: datangkanlah kepada kami azab Allah swt jika kamu termasuk orang-orang yang benar”.

Tujuh poin penting diatas adalah bukti nyata kerusakan dan bobroknya masyarakat yang demen berhubungan seksual dengan sesama jenis. Dan itu sifat-sifat yang ada dalam Al Quran diatas terjadi sebelum diutusnya seorang nabi ke sana.

Yang aneh dan mengherankan adalah dalil atas ijtihad Musdah Mulia yang mengatakan bahwa: “Sejauh yang saya tahu, Al-Quran tidak memberi jawaban yang jelas. Tetapi kebencian Luth terhadap kaum homo di samping karena faktor kecewa karena tidak berhasil menikahkan kedua putrinya, juga karena anggapan Luth yang salah terhadap kaum homo”. Aneh memang jika Musdah Mulia menyimpulkan demikian, padahal Al Quran dengan jelas dan gamblang telah memberikan jawaban bahwa mereka [kaum Luth, red] adalah kaum yang terkutuk, karena apa mereka itu terkutuk…? Jelas sekali Al Quran memberikan jawaban itu. Tegas narasumber berapi-api.

Sejenak Ridho Al Habsyi membuka saf-saf Al Quran dan menjelaskan keadaan kaum Luth kaum terkutuk, kaum yang menjijikkan, kaum yang gemar bersegama dengan sesama jenis.

Berikut ini adalah dalil Al Quran sesudah diutusnya Luth as kepada kaum Sadum.

1. Kaum Luth adalah kaum yang mengingkari dan mendustakan kenabian Nabi Luth as, QS Asyuara ayat 160. “Kaum Luth telah mendustakan rasul-rasul”.


2. Kaum Luth adalah kaum yang membenci kesucian dan suka mengolok-olok Nabi Luth as dengan menyematkan label “sok suci” kepada Nabi Luth as. QS Al Araf ayat 82. : “Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini, sesungguhnya mereka adalah orang yang berpura-pura mensucikan diri”.

Dalam akhir ngajinya, Narasumber bertanya, kenapa Musdah Mulia tidak membaca sejarah dan mengkaji lagi Al Quran dengan teliti dan tiba-tiba berijtihad dari kantongnya sendiri. Kenapa Musdah Mulia tidak mengkaji, kenapa Allah swt menurunkan azab kepada kaum luth?, Kenapa Musdah Mulia tidak mengambil pelajaran penyebab Allah swt menurunkan azab kepada kaum Luth? Apa hanya karena “pesanan” orang lain atau karena kejengkelanya terhadap umat Islam dan hukum-hukum Islam yang dari kaca mata dia, poligami itu merusak kaum hawa..? Atau dengan alasan persamaan gender dan pembenarannya maka dia merubah tafsir Al Quran dari kantongnya?.

Semoga kita terlindungi dari godaan syetan terkutuk. Semoga bangsa kita, bangsa Indonesia yang kita cintai yang sudah babak belur ini masih bisa mempertahankan generasi mudanya untuk selalu menjaga kesucian jiwa, menjaga kesucian badan mereka dari perbuatan zina dan terhindar dari perbuatan yang menjijikan [lesbian dan homoseksual].

Semoga Allah swt bersegera menghancurkan kaum durhaka dan kaum yang mengingkari utusan-utusanNya, bihaqqi Muhammad wa Al Muhammad. Wassalam wr wb.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar