Kamis, 21 Januari 2010

Bulan Dzulhijjah

1 Dzulhijjah
Imam Ali dan Fathimah Az-Zahra Menikah

Tanggal 1 Dzulhijjah tahun ke-3 Hijriah, Fathimah Az-Zahra, putri Rasulullah SAWW dan Ali bin Abi Thalib, menikah. Sayyidah Fathimah adalah seorang muslimah yang sangat agung dan penuh dengan sifat-sifat yang mulia. Banyak tokoh-tokoh bangsa Arab yang datang meminang beliau, namun selalu dijawab Rasulullah bahwa pernikahan putri beliau tergantung kepada kehendak Allah. Akhirnya, ketika Imam Ali meminang Fathimah, Rasulullah mendatangi putri beliau dan menanyakan pendapatnya. Sayyidah Fathimah menerima pinangan Imam Ali dan mereka pun dinikahkan oleh Rasulullah, dengan mahar berupa pakaian perang Imam Ali. Pasangan mulia itu menjalani kehidupan dengan amat sederhana dan mereka dikaruniai anak-anak yang kelak menjadi pejuang pembela Islam, yaitu Imam Hasan, Imam Husain, dan Sayyidah Zainab alayhimussalam.

3 Dzulhijjah
Abu Rayhan terlahir ke dunia

Tanggal 3 Dzulhijjah 362 H, Abu Rayhan Biruni, seorang ilmuwan, astronom, dan matematikawan besar Iran terlahir ke dunia di kota Birun, Kharazmi, sebuah kota di Iran kuno. Ia merupakan tokoh ilmuwan di zamannya yang menguasai sejarah, geografi, astronomi, dan matematika. Dalam kunjungannya ke India, Abu Rayhan banyak menggelar pertemuan dengan para ulama dan penguasa di sana. Setelah mempelajari bahasa sansekerta, ia berhasil memperoleh bahan penelitian untuk menulis bukunya yang berjudul Tahqiq Malihind. Dalam bukunya ini, ia menghimpun beragam informasi mengenai ilmu pengetahuan, kepercayaan, tradisi dan kebudayaan masyarakat India.
Abu Rayhan juga banyak memiliki karya tulis di bidang astronomi, logika, dan filsafat. Ia menggunakan metode kritik dan analisa dalam menggunakan sumber-sumber informasi yang dipakainya untuk menulis buku. Karena itulah karya-karya terbilang sebagai referensi yang terpecaya di masanya. Salah satu karya utama Abu Rayhan adalah kitab Al-Tafhim. Kitab ini membahas mengenai tema-tema astronomi dan geometri. Dalam bukunya ini, ia membuktikan rotasi dan daya tarik bumi. Qanun-e Masudi merupakan karya lain Abu Rayhan di bidang astronomi dan geografi. Abu Rayhan akhirnya meninggal dunia pada tahun 440 H dalam usia 78 tahun di kota Ghaznehm sebuah kota di pusat Afganistan.

Khaqani Sharwani Lahir
Tanggal 3 Dzulhijjah 520 Hijriah, Khaqani Sharwani seorang penyair besar Iran, terlahir ke dunia di kota Sharwan, di barat laut Iran kuno. Sharwani selama beberapa waktu menuntut berbagai ilmu dari pamannya, termasuk seni syair. Dia pun kemudian berhasil menciptakan syair-syair yang indah. Pada tahun 551, Sharwani menunaikan haji ke Mekah dan dia menciptakan syair-syair relijius berkenaan dengan ibadah haji. Setelah itu, dia pergi ke Irak dan pengalamannya dituliskan dalam buku Nahfatul Araqin. Buku kumpulan syairnya berjudul "Khaqani" yang memuat 18.000 qasidah, ghazal, dan rubaiy. Di akhir hidupnya, Khaqani tinggal di Tabriz, barat laut Iran, dan meninggal tahun 595 Hijriah.

4 Dzulhijjah
Abu Ishaq Isfarayani Meninggal

Tanggal 4 Dzulhijjah 418 Hijriah, Abu Ishaq Isfarayani yang dikenal dengan panggilan Ruknud-din, seorang cendekiawan terkenal Iran, meninggal dunia pada usia 80 tahun. Keilmuan Abu Ishaq yang tinggi di bidang ilmu fiqih, ushul fiqih, dan ilmu-ilmu lainnya, membuatnya dipercaya untuk mengajar di sekolah di Naishabur, Iran, yang saat itu merupakan pusat keilmuan. Ruknud-din banyak meninggalkan karya penulisan, di antaranya berjudul "Al-Jami fi Ushuluddin" dan "Nurul Ain fi Masyhadil Husain".

5 Dzulhijjah
Muhammad Hussein Kumpani Meninggal

Tanggal 5 Dzulhijjah 1361 Hijriah, Allamah Muhamad Husain Kumpani, seorang filsuf dan ulama besar, meninggal dunia di kota Najaf, Irak. Dia memiliki kemampuan yang tinggi dalam bidang filsafat, hikmah, irfan, sejarah, geografi, syair, dan sastra. Karya-karya yang dihasilkan Muhammad Husain Kumpani antara lain berjudul "Filsafat dan Hikmah" dan "Ijtihad dan Taklid". Selain itu, Muhammad Husain Kumpani juga meninggalkan kumpulan syair-syair yang berisi puji-pujian kepada Rasulullah.

6 Dzulhijjah
Abu Ali Muhammad bin Hamam Lahir

Tanggal 6 Dzulhijjah 258 Hijriah, Abu Ali Hammam, seoarng ulama dan ahli hadis termasyhur Iran, terlahir ke dunia. Abu Ali Hammam tinggal di Bagdad dan menuntut ilmu dari ulama-ulama terkemuka pada zaman itu. Setelah mencapai tingkat keilmuan yang tinggi, Abu Ali Hammam pun mengajar di bidang ilmu hadis dan ilmu-ilmu keislaman lainnya. Beliau juga meninggalkan karya penulisan mengenai sejarah para teladan dunia Islam.

Demonstran Iran di Mekah Gugur Syahid
Tanggal 6 Dzulhijjah 1407 Hijriah, ratusan jemaah haji Iran gugur syahid akibat dibunuh oleh tentara-tentara Arab Saudi di kota Mekah. Pembantaian terhadap jemaah haji Iran ini dilakukan pada saat mereka sedang mengadakan demonstrasi damai yang disebut "Baraatul minal musyrikin" atau "pernyataan berlepas tangan dari kaum musyrikin." Selain jemaah haji Iran, jemaah haji dari Negara-negara lain juga turut serta dalam demonstrasi ini, antara lain dari Arab Saudi sendiri, Turki, Pakistan, India, Malaysia, Libanon, Mesir, dan Nigeria. Menjelang jam enam sore, sekitar 150.000 peserta demonstran mulai berpawai dengan tertib sambil meneriakkan kalimat-kalimat syahadat, seruan bersatu umat muslim, dan seruan anti AS, Soviet, dan Israel.
Baru sepuluh menit berjalan, pasukan militer, Arab Saudi turun ke jalan dan menghalangi jalan. Ketegangan mulai terjadi, dan tiba-tiba, dari berbagai arah, para peserta pawai diserbu batu, botol, dan bata-bata bangunan. Para peserta pawai itu berusaha melarikan diri. Namun, mereka tidak berhasil karena dikepung oleh tentara-tentara Arab Saudi. Selain memukuli para jemaah, para tentara juga menghujani mereka dengan tembakan-tembakan. Lebih dari 500 jemaah gugur syahid, lebih dari setengahnya kaum perempuan. Sebagian dari peserta demo yang gugur adalah warga negara selain Iran. Sebagian gugur karena tembakan, sebagian lainnya karena terinjak-injak atau terkena gas penyesak nafas. Lebih 4.700 jemaah lainnya luka-luka.

7 Dzulhijjah
Imam Baqir Gugur Syahid

Tanggal 7 Dzulhijjah 114 Hijriah, Imam Muhammad Baqir a.s., keturunan Rasulullah generasi keempat gugur syahid pada usia ke 57 tahun. Beliau dilahirkan pada tahun 57 Hijriah di kota Madinah. Ayah beliau adalah Imam Ali Zainal Abidin, imam ke-4 dan putra Imam Husain a.s. Setelah Imam Zainal Abidin gugur syahid, Imam Baqir pun melanjutkan tampuk kepemimpinan umat Islam. Saat itu, kekhalifahan Islam berada di tangan Dinasti Umawiah yang kekuatannya semakin melemah. Pada masa hidup Imam Baqir, terjadi perpindahan kekuasaan dari Dinasti Umawiah ke Dinasti Abbasiah. Namun, kedua pemerintahan itu memiliki kesamaan, yaitu membenci kepemimpinan Imam Ahul Bait di tengah kaum muslimin. Setelah Imam Ali Zainal Abidin dibunuh oleh khalifah Dinasti Umawiyah, Imam Baqir pun dibunuh oleh khalifah Dinasti Abbasiah.
Selama masa hidup beliau yang singkat, Imam Muhamad Baqir sangat aktif mengembangkan dan menyebarkan ajaran serta keilmuan Islam di tengah masyarakat. Beliau mendirikan pusat pendidikan besar agama Islam yang dipenuhi dengan murid-murid yang datang dari berbagai penjuru dunia Islam. Ketinggian ilmu Imam Muhammad Baqir membuat beliau dijuluki Baqirul Ulum, yang artinya pemecah inti ilmu. Imam Muhammad Baqir dimakamkan di pekuburan Baqi', di kota Madinah, di samping makam ayahandanya, Imam Zainal Abidin dan Kakeknya Imam Hasan Mujtaba yang juga gugur syahdi dibunuh oleh khalifah yang berkuasa saat itu. Kelak, putranya Imam Ja'far Shadiq, juga dikuburkan di sisi pusara Imam Baqir.

8 Dzulhijjah
Imam Husain Meninggalkan Mekah

Tanggal 8 Dzulhijjah tahun 60 Hijriah, Imam Husain a.s., cucu Rasulullah SAWW, meninggalkan kota Mekah untuk menuju kota Kufah, di Irak. Empat bulan sebelumnya, Imam Husain meninggalkan kota Madinah yang merupakan tanah kelahiran dan tempat beliau hidup bersama keluarganya selama ini. Beliau meninggalkan Madinah karena menolak untuk berbaiat atau berjanji setia kepada Yazid, putra Muawiyah, yang secara illegal telah merebut kekuasaan sebagai khalifah kaum muslimin. Kepergian Imam Husain meninggalkan Mekah sebelum ibadah haji selesai, menunjukkan bahwa perjuangan melawan kezaliman lebih penting daripada ibadah haji.

Abu Taher Menyerang Mekah
Tanggal 8 Dzulhijjah tahun 317 Hijriah, Abu Taher, kepala pemerintahan Qurmuthi, Bahrain, menyerang kota Mekah dan membunuh massal para jemaah haji. Harta benda para jemaah haji dan batu Hajarul Aswat yang berada di Ka'bah dirampas oleh Abu Taher dan dibawa pulang ke Bahrain. Dua puluh dua tahun kemudian, pada masa pemerintahan Dinasti Fathimiah, Hajarul Aswat berhasil dikembalikan ke Mekah.

9 Dzulhijjah
Muslim bin Aqil Gugur Syahid

Tanggal 9 Dzulhijjah tahun 60 Hijriah, Muslim bin Aqil, sepupu Imam Husain, gugur syahid di kota Kufah, Irak. Sebelumnya, ribuan rakyat kufah mengirim surat kepada Imam Husain dan meminta beliau datang ke Kufah untuk memimpin perjuangan melawan Khalifah Yazid bin Muawiyah yang sangat zalim. Imam Husain pun kemudian mengutus sepupu beliau, Muslim bin Aqil, untuk meninjau situasi di Kufah.
Awalnya, rakyat Kufah menyambut Muslim dengan penuh semangat dan menyatakan janji mereka untuk mendukung Imam Husain. Namun, akibat politik teror dan represif yang dijalankan Ubaidullah bin Ziyad, walikota Kufah yang merupakan tangan kanan Yazid bin Muawiyah, rakyat Kufah berbalik mendukung Yazid. Muslim bin Aqil yang sudah terlanjur mengirimkan surat ke Madinah yang menceritakan kesetiaan rakyat Kufah kepada Imam Husain, kemudian ditangkap dan dibunuh oleh Ubadillah bin Ziyad. Sehari sebelumnya, tanggal 8 Dzulhijjah, Imam Husain telah berangkat meninggalkan Mekah untuk menuju Kufah.

10 Dzulhijjah
Hari raya Idul Adha, Hari Raya Kurban

Tanggal 10 Dzulhijjah adalah hari raya Idul Adha yang diperingati oleh umat Islam seluruh dunia. Pada hari ini, jemaah haji yang melaksanakan ibadah haji bergerak menuju Mina setelah melakukan wukud di padang Arafah dan mabit di Muzdalifah. Di Mina, mereka melakasanakan lempar jumrah aqabah lalu menyembelih binatang kurban. Semua itu dilakukan mengikuti jejak Nabi Ibrahim as yang menyembelih binatang kurban setelah beliau berhasil melewati ujian terberat dengan perintah Allah untuk menyembelih anaknya yang tercinta, Ismail. Nabi Ibrahim as, melaksanakan perintah Ilahi itu dengan tulus, namun Allah berkehendak lain. Perintah Ilahi berikutnya datang dan Ibrahim diperintah untuk melepaskan Ismail dan menyembelih seeokor binatang kurban yang telah dipersiapkan oleh Allah sebagai gantinya.

Peristiwa yang terjadi di masa lalu itu adalah kisah penuh pelajaran. Kisah kepasrahan mutlak dan ketundukan penuh kepada kehendak Allah. Karena itu kisah tersebut diabadikan oleh Allah dalam syariat yang diturunkanNya berupa berbagai manasik haji. Dalam syariat Islam tanggal 10 Dzulhijjah diperingati sebagai hari raya Idul Adha yang berarti hari raya kurban.


Ibnu Anbari Wafat
Tanggal 10 Dzulhijjah, Abu Bakr Al-Anbari yang dikenal dengan nama Ibnu Anbari, mufassir Al-Quran dan pakar bahasa meninggal dunia. Ia dilahirkan pada tahun 271 hijriah di kota Baghdad dan berguru kepada para ulama besar di zamannya. Ibnu Anbari adalah ulama yang dikenal dengan budinya yang luhur dan tidak pernah lalai dalam menimba dan mengajarkan ilmu sampai akhir hayatnya. Satu hal yang menarik perhatian para sejarawan terkait ulama ini adalah daya hafalnya yang kuat. Mereka yang pernah berguru kepadanya menceritakan bahwa Ibnu Anbari dalam menyampaikan materi pelajaran hanya bersandarkan pada hafalannya dan jarang melihat ke buku catatan atau kitab. Ibnu Anbari banyak menghasilkan karya penulisan di antaranya Adabul Katib, Al-Adhdad, dan Dhamairul Qur'an.

13 Dzulhijjah
Perjanjian Aqabah Kedua Ditandatangani

Tanggal 13 Dzulhijjah setahun sebelum Hijrah, Rasulullah SAWW menjalin perjanjian Aqabah Dua dengan penduduk kota Yatsrib yang kelak berubah nama menjadi Madinatun-Nabi atau Kota Nabi. Perjanjian ini dibuat dalam rangka menengahi perselisihan antara dua kabilah di Yatsrib, yaitu Aus dan Khazraj. Kedua kabilah itu telah melewati peperangan yang panjang dan karenanya, mereka mencari seseorang yang bisa dipercaya untuk menciptakan perdamaian dan ketenangan di antara mereka. Sementara itu, beberapa penduduk Yastrib telah masuk Islam dan mereka memberitahukan kaumnya tentang keunggulan dan kemuliaan akhlak Rasulullah. Oleh karena itu, penduduk Yatsrib mengirimkan delegasi untuk menemui Rasulullah dan meminta beliau agar datang ke Yatsrib demi menciptakan perdamaian di sana. Atas bimbingan dan petunjuk Rasulullah, warga Yatsrib pun akhirnya bersedia menandatangani Perjanjian Aqabah, yang selain berisi perjanjian damai di antara kedua kabilah, juga perjanjian untuk membela Rasulullah.

Agha Buzurg Tehrani Meninggal
Tanggal 13 Dzulhijjah tahun 1389 Hijriah, Agha Buzurg Tehrani, seorang ahli fiqih dan cendikiawan termasyhur Iran, meninggal dunia. Beliau dilahirkan tahun 1293 Hijriah di Teheran, Iran. Setelah melalui pendidikan dasarnya, beliau melanjutkan menuntut ilmu di kota Najaf, Irak hingga mencapai derajat mujtahid. Agha Buzurg Tehrani selama hidupnya berhasil menyusun berbagai karya penulisan yang sangat bernilai, di antaranya terkait dengan penulisan ensiklopedia Islam yang hingga dikenal sebagai buku ensiklopedi Islam terbesar dan terlengkap. Sekitar 25 judul kitab yang kesemuanya mencapai lebih dari 100 jilid berhasil ia susun. Di antara karyanya yang terpenting adalah kitab "Adz-Dzari'ah ila Tashanif Asy-Syi'ah". Dalam kitab yang terdiri dari 25 jilid ini tertulis nama-nama penulis muslim terkenal termasuk karya-karya mereka. Tehrani juga menulis sebuah kitab berjudul "Thabaqat A'lam As-Syi'ah" yang ia tulis dalam 20 jilid kitab. Dalam kitab ini dituliskan kondisi dan karya cendekiawan muslim sejak abad ke-4 hingga ke-14 hijriah.

15 Dzulhijjah
Imam Hadi a.s. Lahir

Tanggal 15 Dzulhijjah 212Hijriah, Imam Ali An-Naqi a.s., yang memiliki nama panggilan "Imam Hadi", terlahir ke dunia di kota Madinah. Beliau adalah keturunan Rasulullah generasi kesepuluh dan putra dari Imam Jawad, imam kesembilan kaum muslimin. Setelah Imam Jawad gugur syahid akibat dibunuh oleh penguasa, Imam Hadi menggantikan posisi beliau sebagi pemimpin umat muslim. Saat itu, kekhalifahan Islam tengah berada di tangan Khalifah Mutawakil dari Dinasti Abbasiah.

Mutawakil yang khawatir akan meluasnya pengaruh Imam Hadi di tengah masyarakat, kemudian mengasingkan Imam Hadi ke kota Samara, Irak. Meskipun mengalami tekanan yang sangat besar dari penguasa, Imam Hadi terus berusaha menyampaikan risalah Rasululah dan membimbing umat muslim. Beliau mendidik banyak murid yang kelak di antaranya menjadi ulama terkemuka, salah satunya adalah Sayyid Abdul Adzhim Hasani. Salah satu di antara hadis Imam Hadi berbunyi, "Yang lebih baik dari segala kebaikan adalah orang yang melakukan kebaikan itu; yang lebih indah dari perkataan yang bernilai, adalah si penyampai perkataan itu; dan yang lebih tinggi dari ilmu adalah si pembawa ilmu tersebut."

16 Dzulhijjah
Abu Abdillah bin Jayani Meninggal

Tanggal 16 Dzulhijjah 471 Hijriah, Abu Abdillah bin Jayani, seorang astronom dan matematikawan muslim Andalusia, meninggal dunia. Dia dialhirkan pada tahun 379 Hijriah di Cordoba, dan di kota itu pula ia menyelesaikan pendidikan dasarnya. Setelah itu, Abu Abdillah Jayani meneruskan pendidikan ke Kairo, Mesir. Abu Abdillah Jayani adalah pendukung berat buku The Elements karya Euclides, seorang matematikawan Yunani kuno yang lahir tahun 325 sebelum Masehi dan mengajar matematika di Aleksandria, Mesir. Salah satu karya penulisan yang ditinggalkan Abu Abdillah Jayani adalah sebuah buku yang berisi penjelasan atas makalah kelima dalam buku "The Elements" karya Euclides.

17 Dzulhijjah
Muhibuddin Saraiy lahir

Tanggal 17 Dzulhijjah tahun 790 Hijriah, Muhibuddin Saraiy, seorang ahli fiqih dan tafsir abad ke-8 Hijriah, terlahir ke dunia di kota Kairo, Mesir. Setelah menguasai berbagai ilmu, di antaranya sastra Arab, fiqih, ushul fiqih, hadis, dan logika, Muhibuddin Saraiy mengajar di sekolah-sekolah di Kairo. Cendikiawan muslim ini menghabiskan usianya di bidang ilmu, baik dalam penelitian maupun pengajaran. Di antara karya penulisan yang ditinggalkan Muhibuddin Saraiy berjudul ‘An-Nihayah'.

18 Dzulhijjah
Ali a.s. Dinobatkan Sebagai Pemimpin Kaum Muslimin/
Hari Raya Al-Ghadir atau Idul Ghadir

Tanggal 18 Dzulhijjah 10 Hijriah, Rasulullah SAWW dalam perjalanan pulang ke Madinah seusai menunaikan haji wada' atau haji terakhir beliau, di sebuah kawasan bernama Ghadir Khum, mengumumkan kepada kaum muslimin, bahwa Imam Ali a.s., akan menajdi pemimpin umat sepeninggal Rasulullah. Sesampainya Rasulullah di Ghadir Khum, beliau naik ke atas bukit dan sambil mengangkat tangan Imam Ali, Rasulullah bersabda, "Siapa yang menjadikanku sebagai pemimpin, maka Ali juga akan menjadi pemimpinnya. Ya Allah, cintailah siapa yang mencintai Ali dan musuhilah siapa yang memusuhi Ali."
Selanjutnya, Rasulullah menyampaikan khutbah tentang keutamaan Ahlul Bait atau keluarga beliau. Rasulullah juga menjelaskan posisi Ahlul Bait dan hubungannya dengan Al-Quran. Beliau bersabda, "Ahlul Bait dan Al-Quran adalah dua hal yang tidak akan mungkin terpisahkan satu sama lain, sampai akhirnya mereka akan menemuiku di hari kiamat, di Telaga Kautsar".
Setelah itu, Rasulullah menyampaikan ayat Al-Quran yang baru saja diwahyukan kepada beliau, yaitu Surah Al-Maidah ayat 3 : "Hari ini orang-orang kafir itu merasa putus asa dengan agama kalian. Karena itu, janganlah kalian merasa takut dengan mereka. Takutlah kepada-Ku. Hari ini aku sempurnakan agama kalian. Aku sempurnakan pula nikmat-Ku bagi kalian. Aku telah rela Islam menjadi agama yang kalian anut". Peristiwa yang sangat historis ini diperingati setiap tahun oleh para pengikut Ahlul Bait sebagai Hari Raya Al-Ghadir atau Idul Ghadir.

Ayatullah Sayyid Muhammad Thaba'tabai terlahir ke Dunia
Tanggal 18 Dzulhijjah 1257 H, Ayatullah Sayyid Muhammad Thaba'tabai ulama besar Islam terlahir ke dunia. Selama masa revolusi konstitusional di Iran beliau aktif dan menjadi salah satu pemimpin revolusi tersebut. Bersama Ayatullah Sayyid Abdullah Bahbahani, beliau aktif berjuang memerangi rezim despotic Qajar. Sayyid Muhammad Thaba'tabai selain pejuang Iran juga termasuk ulama besar dan aktif mendidik murid-murid di bidang agama.

20 Dzulhijjah
Ayatullah Akhund Khurasani Meninggal Dunia

Tanggal 20 Dzulhijjah 1329 H, Ayatullah Akhund Muhammad Kazem Khurasani, ‎ulama besar dan pemimpin revolusi konstitusional di Iran meninggal dunia. Akhund ‎Khurasani memiliki bakar besar dalam keilmuan. Usai menamatkan pendidikan ‎dasar beliau menimba ilmu dari ulama besar zaman itu dan termasuk murid pilihan ‎serta aktif dalam hauzah ilmiah. Akhund Khurasani kemudian melanjutkan jenjang ‎pendidikannya ke Najaf, Irak dan belajar kepada ulama besar seperti Sheikh ‎Murtadha Ansari sehingga mencapai derajat keilmuan yang tinggi. Beliau termasuk ‎mujtahid dan guru terkemuka di bidang usul fiqih. Di antara karya besar beliau ‎adalah buku Kifayatul Usul. Buku ini sejak awal penulisan hingga kini menjadi buku ‎pedoman bagi mata kuliah usul fiqih di hauzah ilmiah. ‎

21 Dzulhijjah
Jamaluddin terlahir kedunia

Tanggal 21 Dzulhijjah tahun 568 Hijriah, Jamaluddin Abul Hasan Ali bin Yusuf ‎Shaibani, yang terkenal dengan nama Ibnu Qafti, seorang penulis kenamaan asal ‎Mesir, terlahir ke dunia di sebuah kota kecil bernama Qaft. Setelah menyelesaikan ‎pendidikannya, ia bekerja di kantor pengadilan. Ibnu Qafti meninggalkan 26 karya ‎penulisan di bidang sejarah dan bidang-bidang keilmuan lainnya. Karya Ibnu Qafty ‎yang paling terkenal berjudul Tarikhul Hukama. Selain itu, Ibnu Qafti juga menulis ‎berbagai artikel mengenai sejarah Kairo, Maroko, Yaman, dan Dinasti Saljuk, ‎Dinasti Ghaznawian, serta dinasti Ali Buyeh.‎

Fathali Syah meraih kekuasaan
Tanggal 21 Dzulhijjah tahun 1212 Hijriah, Fathali Syah, raja kedua dalam Dinasti ‎Qajar di Iran, meraih kekuasaannya. Sejak saat itu hingga 37 tahun kemudian, ‎Fathali Syah menjadi raja di Iran. Masa kekuasaannya di Iran ditandai dengan ‎kelemahan dan ketidakmampuannya dalam mengendalikan negara, sehingga ‎banyak terjadi bentrokan baik di dalam maupun di luar negeri. Pada masa ‎pemerintahan Fathali terjadi berbagai perang antara Iran dengan negara-negara ‎tetangganya, di antaranya perang antara Iran dan Rusia. Akibat dari perang ini, ‎sebagian besar wilayah Iran barat laut jatuh ke dalam pendudukan Rusia.‎

22 Dzulhijjah
Maitsam Tammar Gugur Syahid

Tanggal 22 Dzulhijjah tahun 60 Hijriah, Maitsam Tammar, salah seorang sahabat ‎utama Imam Ali a.s., gugur syahid. Awalnya, Maitsam adalah seorang budak yang ‎kemudian dibeli dan dibebaskan oleh Imam Ali a.s. Mereka kemudian menjadi ‎sahabat dekat. Imam Ali amat mencintai Maitsam dan sebaliknya, Maitsam selalu ‎menjadi pembela dan pendukung Imam Ali. Sepeninggal Imam Ali, Maitsam terus ‎mendukung dan membela Ahlul Bait, atau keluarga suci Rasulullah, sehingga ‎akhirnya dibunuh oleh rezim penguasa saat itu, yaitu Dinasti Umawiyah.‎

Abdullah Anshari Meninggal
Tanggal 22 Dzulhijjah tahun 481 Hijriah, Abdullah Anshari, seorang cendikiawan ‎besar Iran, yang terkenal dengan nama Pir Herat, meninggal dunia. Dia dilahirkan ‎di kota Herat yang kini menjadi bagian dari wilayah Afganistan. Abdullah Anshari ‎mempelajari berbagai ilmu yang berkembang di zamannya, antara lain fiqih, hadis, ‎dan tafsir sehingga akhirnya mencapai derajat tinggi di bidang keilmuan. ‎Sepanjang hidupnya, Abdullah Anshari mengabdikan umurnya untuk belajar dan ‎mengajar. Dia juga meninggalkan banyak karya penulisan yang bernilai tinggi, di ‎antaranya tafsir Al-Quran yang bersifat sastra-sufi, berjudul "Kashful Asrar wa ‎‎‘Iddatul Abrar". Selain itu, Abdullah Anshari juga meninggalkan buku kumpulan ‎syair-syair hasil karyanya sendiri.‎

23 Dzulhijjah
Ayatullah Syakh Abbas Qummi Wafat

Tanggal 23 Dzulhijjah tahun 1359 Hijriah, Ayatullah Syaikh Abbas Qumi, seorang ‎ulama dan ahli hadits terkenal asal Iran, meninggal dunia. Setelah menyelesaikan ‎pendidikan dasar di bidang keagamaan, Ayatullah Qumi melanjutkan ‎pendidikannya di kota Najaf Al-Asyraf, Irak. Ayatullah Qumi dikenal sebagai ulama ‎yang melalui proses pembelajarannya dengan sangat sulit. ‎
Beliau meninggalkan banyak karya di bidang penulisan, dan yang paling terkenal ‎adalah buku "Mafatihul Jinan", sebuah karya penulisan berupa kumpulan doa-doa ‎dan tata cara ziarah paling lengkap. Selain itu, Ayatullah Qumi juga menulis ‎beberapa buku terkenal di antaranya "Muntahal Amal", "Safinatul Bihar", dan "Al-‎Fawa'id Ar-Radhawiyah". ‎

24 Dzulhijjah
Rasulullah Bermubahalah Dengan Bani Najran

Tanggal 24 Dzulhijjah tahun 10 Hijriah, Rasulullah SAWW beserta putri beliau, ‎Fathimah Az-Zahra, menantu beliau, Ali bin Abi Thalib, dan kedua cucu beliau, ‎Hasan dan Husain (alayhimussalam), berangkat keluar dari kota Madinah untuk ‎menemui para pembesar kabilah Kristen, Bani Najran. Sebelumnya, para ‎pembesar Bani Najran itu datang menemui Rasulullah untuk mempertanyakan ‎ajaran agama Islam. Namun, apapun jawaban yang diberikan Rasulullah, ‎pembesar kabilah Kristen itu tetap tidak mau menerimanya. Lalu, Allah ‎menurunkan firman-Nya, surat Ali-Imran ayat 60-61, yang artinya, "Itulah yang ‎benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-‎orang yang ragu-ragu. Siapa yang membantahmu tentang kisah 'Isa sesudah ‎datang ilmu , maka katakanlah : "Marilah kita memanggil anak-anak kami dan ‎anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; ‎kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya la'nat ‎Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta."‎
Oleh karena itulah, pada hari yang telah dijanjikan, Rasullah dengan membawa ‎ahlul-bait atau keluarga suci beliau, datang ke sebuah tempat di luar kota Madinah. ‎Para pembesar Bani Najran, begitu melihat kehadiran Rasullah yang hanya ‎ditemani keempat tokoh mulia itu, yaitu Fathimah, Ali bin Abi Thalib, Hasan, dan ‎Husain (alayhimussalam), merasa takut dan pemimpin mereka berkata, "Aku ‎melihat wajah-wajah yang jika mereka bedoa agar gunung terbesar diruntuhkan, ‎maka doa itu akan segera dikabulkan Tuhan. Kita tidak seharusnya bermubahalah ‎dengan orang-orang yang agung ini, karena mungkin saja kita semua akan mati." ‎Oleh karena itu, para pembesar Bani Najran akhirnya mengajak Rasulullah ‎berdamai.‎

25 Dzulhijjah
Imam Ali Diangkat Sebagai Khalifah

Tanggal 25 Dzulhijjah tahun 35 Hijriah, Imam Ali memulai masa jabatannya ‎sebagai khalifah kaum muslimin. Pengangkatan Imam Ali sebagai khalifah dimulai ‎ketika di kalangan kaum muslimin terjadi kerusuhan akibat tewasnya khalifah ketiga ‎Utsman bin Affan yang terbunuh pada tanggal 18 Dzulhijjah tahun 35 Hijriah. Kaum ‎muslimin kemudian mendesak Imam Ali agar bersedia menjadi khalifah atau ‎pemimpin mereka. Imam Ali selama empat tahun sembilan bulan masa ‎kekhalifahannya, selalu menegakkan keadilan dengan sangat tegas, termasuk ‎terhadap keluarga beliau sendiri. Hal ini membuat sebagian tokoh-tokoh ‎masyarakat yang haus harta dan kekuasaan merasa tidak puas dengan ‎kepemimpinan Imam Ali. Akibatnya, dalam masa pendek kekhalifahan beliau, terjai ‎tiga kali peperangan di antara sesama kaum muslimin, yaitu Perang Jamal, Perang ‎Shiffin, dan Perang Nahrawan. Akhirnya, pada bulan Ramadhan tahun 40 Hijriah, ‎Imam Ali a.s. gugur syahid di masjid Kufah akibat dibunuh oleh seorang penentang ‎beliau.‎

Hakim Mawla Sabzewari Wafat

Tanggal 25 Dzulhijjah tahun 1290 Hijriah, Hakim Mawla Sabzewari, seorang ulama ‎dan filsuf besar abad ke-13 Hijriah, meninggal dunia. Beliau dikenal sebagai ‎pengembang filsafat hikmah. Beliau mendirikan sebuah sekolah filsafat yang ‎didatangi pelajar dari berbgai penjuru dunia muslim. Mawla Sabzewari dikenal ‎menjalani kehidupan yang sangat relijius dan zuhud. Belaiu amat banyak ‎meninggalkan karya penulisan yang menunjukkan ketinggian dan keluasan ilmu ‎yang dmilikinya. Buku Mawla Sabzewari yang paling utama di bidang filsafat ‎berjudul "Rahasia Kebijaksanaan" dan "Risalah Logika dalam Ayat". Beliau juga ‎meninggalkan ribuan bait syair bernilai tinggi yang mengandung filsafat dan ‎sufisme. ‎

26 Dzulhijjah
Abulfazail Amedi Lahir

Tanggal 26 Dzulhijjah 559 Hijriah, Abulfazail Amedi, seorang fakih dan sastrawan ‎Islam lahir di kota Wasat, Irak. Beliau mendalami bidang ilmu fikih, usul fikih, sastra ‎dan matematika, di Baghdad. Fakih dan sastrawan muslim ini turut ‎mendeklamasikan syair-syair yang sangat berbobot. Beliau meninggal dunia pada ‎usia 49 tahun.‎

27 Dzulhijjah
Sa'di Shirazi Meninggal

Tanggal 27 Dzulhijjah tahun 691 Hijriah, Syaikh Mushlihuddin Sa'di Shirazi, ‎seorang penyair termasyhur Iran, meninggal dunia. Sa'di dilahirkan di kota Shiraz ‎dan di sana pula ia menempuh pendidikan dasarnya di bidang sastra dan agama. ‎Kemudian, Sa'di meneruskan pendidikannya ke kota Bagdad dan mempelajari ‎ilmu-ilmu yang berkembang saat itu di Madrasah Nizhamiah. Setelah tamat, Sa'di ‎melakuakan perjalanan ke Damaskus, Palestina, Hijaz, Roma, dan negara-negara ‎lainnya. Sekembalinya ke tanah kelahirannya, Sa'di menuangkan pengalaman ‎hidupnya selama 30 tahun dalam syair-syair yang indah dan penuh hikmah. ‎
Pada tahun 655 Hijriah, Sa'di menyelesaikan karya besarnya yang diberi judul ‎‎"Bustan". Di dalamnya, Sa'di mengungkapkan syair-syair dan prosa tentang ‎keadilan, kebaikan, cinta, kerendahhatian, pendidikan, dan taubat. Pada tahun 656, ‎lahirlah karya besar Sa'di lainnya berjudul "Gulistan". Selain itu, Sa'di juga ‎meninggalkan kumpulan syair yang terdiri dari dari qasidah, ghazaliat, dan rubaiyat. ‎Sa'di dimakamkan di kota Shiraz dan makamnya menjadi salah satu objek ‎pariwisata di Iran yang dikunjungi para pelancong dari berbagai negara.‎

28 Dzulhijjah
Terjadinya peristiwa Harrah

Tanggal 28 Dzulhijjah tahun 63 Hijriah, terjadilah peristiwa Harrah, dua tahun ‎selepas peristiwa kebangkitan Imam Husein as. Pada tahun-tahun tersebut, rakyat ‎Madinah yang tak lagi dapat menolerir kezaliman dan kefasadan Yazid bin ‎Muawiyah dalam sebuah aksi revolusioner mengusir Marwan, gubernur Madinah. ‎Selepas kejadian ini, Yazid mengutus seorang komandan yang haus darah dan ‎bengis bernama Muslim bin Uqbah bersama bala tentara dalam jumlah besar ke ‎kota Madinah. Muslim melakukan pembunuhan besar-besaran terhadap rakyat ‎kota ini dan merampas harta benda mereka. Pembunuhan ini merupakan sebuah ‎peristiwa yang tidak bandingannya dalam sejarah awal Islam. Sebagian sejarawan ‎menyebutkan bahwa lebih dari 10 ribu orang terbunuh dalam peristiwa ini. Perlu ‎dicatat bahwa Yazid bin Muawiyah berkuasa selama tiga setengah tahun dan ‎dalam tempo yang singkat ini dia tidak pernah melepaskan tangannya dari ‎kezaliman terhadap umat. Pada tahun pertama pemerintahannya, Yazid telah ‎membantai Husein bin Ali as, cucunda Rasulullah saw bersama 72 sahabatnya di ‎padang Karbala. Pada tahun kedua terjadi pula pembunuhan besar-besaran atas ‎rakyat Madinah dan pada tahun ketiga, kota Mekkah diserang. Semuanya terjadi ‎atas arahan Yazid bin Muawiyah. ‎

Mulla Hadi Sabzewari Meninggal Dunia
Tanggal 28 Dzulhijjah tahun 1289 Hijriah, Filsuf Mulla Hadi Sabzewari, salah satu ‎ulama besar abad 13 Hijriah meninggal dunia. Beliau pada tahun 1212 Hijriah lahir ‎ke dunia dan menghabiskan umurnya dengan kemuliaan, kezuhudan dan ‎ketakwaan. Karya Sabzewari yang masih tersisa menunjukkan bahwa ulama besar ‎muslim ini slain ahli dalam bidang filsafat, beliau juga mendalami ilmu fikih, tafsir, ‎logika, matematika, sastra, dan ilmu kedokteran. Selama bertahun-tahun beliau ‎menjadi guru di bidang-bidang tersebut dan telah mencetak banyak murid. ‎Sabzewari selain mencapai darjat keilmuan, beliau juga memiliki watak yang ‎mengalir dan puitis. Hal ini ditunjukkan beliau dalam ribuan bait syairnya. ‎Sabzewari menciptakan syair-syair sungguh indah yang mengandung filsafat dan ‎irfan. Bahkan pemikiran beliau tetap menjadi pedoman hingga masa moderen ini. ‎Ghulam Iqbal Lahuri seorang penyair dan filsuf Pakistan mengatakan, "Mulla Hadi ‎Sabzewari merupakan cendikiawan muslim terbesar dan filsafatnya sangat terkait ‎dengan agama.‎

29 Dzulhijjah
Ibnu Khayat Meninggal

Tanggal 29 Dzulhijjah 320 Hijriah, Abu Bakar Muhammad bin Ahmad Khayat, ‎seorang ahli hadis dan ulama besar ilmu nahwu, meninggal dunia. Beliau dilahirkan ‎di kota Samarkand di timur laut Iran, yang kini menjadi wilayah dari Uzbekistan. ‎Setelah menyelesaikan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Ibnu Khayat pergi ‎ke Irak untuk melanjutkan pendidikan. Ibnu Khayat menimba ilmu di berbagai kota ‎Irak yang kala itu merupakan pusat keilmuan dunia Islam. ‎
Di antara karya-karya peninggalan Ibnu Khayat berjudul "Ma'aniy Al-Quran", "Al-‎Mujaz fin-Nahwi", dan "An-Nahwul Kabir". ‎

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar