Senin, 18 Januari 2010

Bulan Rajab

1 Rajab
Bulan Suci Rajab

Hari ini merupakan hari pertama bulan Rajab, sebuah bulan yang dipenuhi oleh rahmat dan kemuliaan. Bulan Rajab dan dua bulan berikutnya, yaitu Sya'ban dan Ramadan adalah periode pembangunan jiwa agar mencapai kesempurnaan dan mendekati Tuhan. Rasulullah SAWW mengenai bulan Rajab ini pernah bersabda, "Bulan Rajab adalah bulan Allah yang besar dan bulan kemuliaan. Di dalam bulan ini perang dengan orang kafir diharamkan. Rajab adalah bulan Allah, Sya'ban adalah bulanku, dan Ramadan adalah bulan umatku."
Berpuasa di bulan Rajab sangatlah berpahala. Banyak riwayat yang menyebutkan besarnya pahala dan ampunan Tuhan pada bulan ini. Pada tanggal 27 Rajab, sebuah peristiwa besar terjadi, yaitu diangkatnya Muhammad SAWW sebagai Rasul Allah SWT. Selain itu, pada tanggal 13 Rajab, amirul mukminin, Ali bin Abi Thalib a.s. terlahir ke dunia.

Imam Muhammad Baqir a.s Lahir
Tanggal 1 Rajab 57 Hijriah, Imam Muhammad Baqir a.s., keturunan Nabi Muhammad generasi kelima, terlahir ke dunia. Beliau dijuluki dengan nama Baqir yang bermakna "pemecah ilmu" karena beliau berhasil memecahkan dan menyelesaikan masalah serta kerumitan dalam berbagai bidang ilmu pada masa itu selesaikan degan penuh ketelitian dan kemampuan yang tinggi. Periode keimaman beliau, yaitu tahun 96 Hijriah, bertepatan dengan akhir masa kekuasaan dinasti Umawiyah dan melemahnya kekuatan dinasti ini. Kesempatan ini digunakan oleh Imam Baqir untuk memperkuat pemikiran dan kebudayaan Islam. Pada masa keimaman beliau dan putranya, Imam Ja'far Shadiq, banyak bidang keilmuan yang mencapai kegemilangannya dan murid kedua imam ini pun mengembangkan sebagian ilmu-ilmu tersebut dan menemukan cabang-cabang ilmu yang baru.
Di samping mengembangkan ilmu pengetahuan, Imam Baqir juga mengajarkan akhlak. Beliau amat menekankan sikap kebaikan, kedermawanan, dan kesediaan untuk mengunjungi orang sakit. Beliau bukan hanya mengajarkan akhlak, tetapi memberi teladan dengan amat sempurna mengenai akhlak Islami. Beliau pernah bersabda, "Siapa saja yang memiliki akhlak baik, sifat bersahabat, dan moderat, akan mendapatkan kebaikan di dunia dan akhrat. Sebaliknya, mereka yang memiliki akhlak buruk, langkahnya akan membawanya ke arah keburukan."

Rasyidudin Shuwari Wafat
Tanggal 1 Rajab 639 Hijriah, Rasyidudin Shuwari, ahli flora dan tabib terkemuka muslim, meninggal dunia. Pada masa mudanya, dia melakukan perjalanan ke berbagai tempat dalam rangka mencari ilmu. Dia amat menitikberatkan perhatian terhadap penelitian tanaman obat. Hal inilah yang menjadi keistimewaan Shuwari. Banyak peneliti yang menyatakan bahwa Shuwari adalah peletak dasar keilmuan tanaman obat. Di antara karya Shuwari yang terpenting adalah sebuah ensiklopedia bergambar tentang ilmu flora.

Muhaqqiq Khansari Wafat
Tanggal 1 Rajab1099 Hijriah, Husain bin Ahmad, yang terkenal dengan nama Muhaqqiq Khansari, seorang hakim dan fiqih Iran, meninggal dunia. Ilmuwan muslim ini merupakan salah satu di antara pengajar ilmu agama terkemuka di Iran pada zamannya dan memilki banyak murid. Muhaqqiq Khansari meninggalkan banyak karya, di antaranya terjemahan Al-Quran dan penjelasan terhadap kitab-kitab terkemuka Islam.

2 Rajab
Ibnu Rumi Lahir

Tanggal 2 Rajab tahun 221 Hijriah, Ibnu Rumi, penyair terkenal Arab terlahir di dunia di kota Baghdad. Sejak kecil dia menimba ilmu dari ayahnya dan dari ulama-ulama terkemuka pada masa itu. Ibnu Rumi sejak muda telah menguasai ilmu sastra dan telah menciptakan syair-syair yang indah. Ibnu Rumi dianggap sebagai penyair khusus Imam Hasan Asykari a.s. - salah satu keturunan Rasulullah SAWW-karena banyak menciptakan syair yang memuji beliau. Rumi meninggal tahun 283 Hijriah.

Abu Raihan Biruni Wafat
Tanggal 2 Rajab 440 Hijriah, Abu Raihan Biruni, ilmuwan terkemuka Iran meninggal dunia di kota Gazneh Afganistan. Abu Raihan Biruni sejak mua telah tertarik pada ilmu matematika dan ilmu alam dan dalam waktu singkat dia mampu menjadi ilmuwan besar di bidang itu. Biruni juga menguasai bidang sejarah, geografi, kedokteran, obat-obatan, perbintangan, filsafat, dan berbagai bahasa, di antaranya Arab, Yunani, dan Sansekerta. Abu Raihan Biruni adalah penemu fenomena rotasi bumi dan dia berhasil menghitung bahwa setiap hari bumi berotasi dan dalam setahun bumi berputar mengelilingi matahari.

3 Rajab
Imam Ali An-Naqy a.s Gugur

Tanggal 3 Rajab 254 hijriah, Imam Ali An-Naqy a.s. keturunan generasi ke sembilan Rasulullah SAWW, gugur syahid. Beliau dilahirkan pada tahun 212 Hijriah di sekitar kota Madinah dan berada di bawah bimbingan ayah beliau, Imam Jawad a.s. Setelah Imam Jawad meninggal, Imam Ali An-Naqy diangkat sebagai imam kaum muslimin. Salah satu julukan beliau adalah Imam Hadi, yang artinya orang yang memberi petunjuk.
Beliau mengajarkan Islam kepada umat muslim daan menjawab berbagai pertanyaan dan persoalan yang diajukan kepadanya. Di samping itu, Imam Hadi dikenal juga kedermawanannya. Tidak seorang fakir miskinpun yang pergi dari rumahnya dengan kekecewaan. Karena ketinggian ilmu dan kemuliaan akhlaknya itu, Imam Hadi amat dicintai umatnya dan hal ini menimbulkan kedengkian penguasa saat itu, yaitu raja Dinasti Abasiah.
Karena itulah beliau akhirnya dibunuh dan gugur syahid.
Salah satu di antara hadis Imam Ali An-Naqy atau Imam hadi a.s. adalah, "Berhati-hatilah terhadap orang yang tidak menjaga kehormatan dan kemuliaan dirinya sendiri."

4 Rajab
Muhammad bin Ali Wasithy Wafat

Tanggal 4 rajab 592 hijriah, Muhammad bin Ali Wasithy, seorang penyair muslim, meninggal dunia. Penyair yang terkenal dengan nama Ibnu Muallim ini dilahirkan pada tahun 501 hijriah. Dalam syair-syairnya, Ibnu Muallim menyampaikan ajaran akhlak dan kemasyarakatan dengan bahasa yang sederhana dan lancar.
Selain itu, Ibnu Mualim juga menulis syair-syair sufi. Karya-karya syairnya itu dikumpulkan dalam sebuah buku kumpulan puisi.

5 Rajab
Abu Yusuf Ya'qub bin Ishaq Gugur Syahid

Tanggal 5 Rajab 244 Hijriah, Abu Yusuf Ya'qub bin Ishaq yang terkenal dengan nama Ibnu Sukait" ilmuwan dan ahli bahasa terkemuka muslim, gugur syahid akibat dibunuh oleh salah satu penguasa Dinasti Abasiah. Dia dilahirkan di Khuzestan di barat daya Iran dan kemudian bersama keluarganya pergi ke Baghdad.
Di sana, ia belajar kepada ulama-ulama terkemuka pada zaman itu. Ketermasyhuran Abu Yusuf Ya'qub bin Ishaq menyebabkan khalifah Mutawakil memintanya untuk mengajar anaknya. Namun, karena Ibnu Sukait mengajarkan kecintaan terhadap Ahlul Bait Rasulullah, khalifah Mutawakil akhirnya membunuhnya.
Ibnu Sukait meninggalkan lebih dari 20 jilid buku yang di antaranya berjudul "Islahul Mantiq" dan sebuah buku kumpulan syair.

Shihabuddin Suhrawardi Gugur Syahid

Tanggal 5 Rajab 587 Hijriah, Shihabuddin Suhrawardi, yang dijuluki Syaikh Asyraf, hakim dan filsuf besar Iran, gugur syahid. Suhrawardi karena kepintaran dan kekuatan hapalannya, dengan cepat menguasai berbagai ilmu keislaman, khusunya ilmu filsafat. Dia juga melakukan perjalanan ke berbagai kota-kota Islam untuk belajar kepada ulama-ulama di kota-kota tersebut.
Suhrawardi kemudain mendirikan sebuah pusat pengajaran filsafat baru yang dinamai Asyraf. Berlawanan dengan para filsuf pada zaman itu, dia berkeyakinan bahwa akal dan argumentasi tidak cukup untuk mencapai hakikat, melainkan harus ditambah dengan proses pencapaian sufistik. Pandangan filsafat dan sufisme Suhrawardi menimbulkan kemarahan para penentangnya dan dia kemudian ditangkap, lalu dibunuh.
Buku-buku karya Suhrawardi, di antaranya berjudul "Hikmatul Isyraq", "Al-Mabda' wal Ma'ad", dan "Kitabul Talwiihat".

6 Rajab
Abu Muhammad Qasim Bin Ali Bashry Wafat

Tanggal 6 Rajab 516, Hijriah, Abu Muhammad Qasim Bin Ali Bashry, yang terkenal dengan nama Ibnu Hariry, seorang sastrawan dan penulis Iran yang bermukim di Bagdad, meninggal dunia.
Dia adalah penulis buku berjudul "Maqaamaat" yang merupakan buku bahasa yang hampir tidak ada bandingannya.Oleh karena itulah hingga kini, buku karya Ibnu Hariry tersebut masih menjadi rujukan untuk mengenal sastra Arab.

7 Rajab
Ibnu Tarara Lahir

Tanggal 7 Rajab tahun 305 Hijriah, Ibnu Tarara, seorang ahli hadis dan sastrawan muslim asal Irak, terlahir ke dunia. Ilmuwan muslim ini menulis banyak karya di bidang fiqih, namun tidak satupun yang bisa ditemukan. Karya Ibnu Tarara lainnya adalah di bidang sastra, yaitu berjudul "Al-Jaliis As-Shaalih Al-Kaafi wal Aniis An-Naasih Asy-Syaafi". Buku sebanyak seratus jilid ini sebagiannya dimulai dengan hadis Nabi, lalu dilanjutkan dengan penjelasan atas hadis tersebut, dan kemudian diisi dengan hikayat dan syair-syair yang sesuai dengan hadis tersebut. Ibnu Tarara meninggal dunia pada tahun 390 Hijriah.

Syah Muhammad Berkuasa di Iran
Tanggal 7 Rajab tahun 1250 Hijriah, Syah Muhammad, raja ketiga dalam Dinasti Qajar Iran, meraih kekuasaannya. Dalam masa pemerintahannya, dampak negatif peperangan mendiang ayahnya, Syah Fatah Ali, melawan Rusia dan ditandatanganinya perjanjian Gulistan dan Turkeman, mulai dirasakan rakyat. Menurut kedua perjanjian tersebut, sebagian wilayah barat laut Iran diserahkan kepada Tzar Rusia. Pada masa itu pula, Inggris dan Rusia mulai masuk ke Iran dengan tujuan ingin menguasai seluruh wilayah negeri itu. Pada tahun 1264, Syah Muhammad meninggal dunia dan digantikan oleh anaknya, Syah Nashiruddin.

8 Rajab
Abu Hatim Sahl Bin Muhammad Sajestani Wafat

Tanggal 8 Rajab tahun 248 Hijriah, Abu Hatim Sahl Bin Muhammad Sajestani, meninggal dunia. Abu Hatim terkenal karena kemampuannya yang tinggi di bidang ilmu Quran, hadis, sastra, dan syair. Di samping tekun beribadah dan menimba ilmu, beliau juga aktif dalam urusan kemasyarakatan. Abu Hatim meninggalkan banyak karya penulisan, di antaranya berjudul "I'rabul Quran" dan "Akhlaqul Insan".


Syaikh Hur Al-Amily Lahir
Tanggal 8 Rajab 1033 hijriah, Syaikh Abu Ja'far Muhammad bin Hasan, yang terkenal dengan nama Syaikh Hur Amily, seorang ahli fiqih dan ahli hadis terkenal di dunia Islam, terlahir ke dunia. Setelah belajar kepada ulama-ulama besar di masa itu dan melakukan penelitian selama bertahun-tahun, beliau menulis berbagai buku. Di antaranya, berjudul "Wasailus-Syiah" yang berisi masalah fiqih dan hadis dan "Hidayatul Ummah". Syaikh Abu Ja'far Muhammad bin Hasan meninggal dunia pada tahun 1114 Hijriah.

Sayyid Husain Khansari Wafat
Tanggal 8 Rajab 1191 Hijriah, Sayyid Husain Khansari, seorang ulama besar asal Iran, meninggal dunia. Beliau memiliki banyak murid yang diantaranya menjadi ulama besar pada zamannya. Di antara murid beliau adalah Allamah Bahrul Ulum. Sayyid Husain Khansari meninggalkan banyak karya, di antaranya "Syarah Doa Abu Hamzah" dan "Syarah Ziarah Asyura".

9 Rajab
Abdi Beik Shirazi Lahir

Tanggal 9 Rajab 921 Hijriah, Abdi Beik Shirazi, yang dijuluki "Nawidi" atau si berita gembira, seorang sejawaran Iran, terlahir ke dunia di kota Shiraz, selatan Iran. Karya terbesar sejarawan ini adalah sebuah buku sejarah yang berisi catatan sejarah lebih dari 100 tahun pemerintahan dinasti Safawi di Iran. Dalam buku ini, dia menceritakan kehidupan dinasti Safawi sejak awal hingga tahun 978 Hijriah. Karya lain Nawidi adalah "Jam-e Jamshidieh" yang ditulis dalam bentuk syair.

Izzuddin Husain Wafat
Tanggal 9 Rajab 963 Hijriah, Izzuddin Husain, seorang ulama abad ke-10 Hijriah, meninggal dunia. Dia dilahirkan pada tahun 906 Hijriah di sebuah desa di Libanon.Dia kemudian menimba ilmu-ilmu yang berkembang pada zaman itu hingga akhirnya mencapai kedudukan tinggi di bidang ilmu agama dan sufistik. Pada tanggal 9 Rajab 963 Hijriah, Izzuddin Husain diracun oleh penentangnya dan gugur syahid.

10 Rajab
Imam Muhammad Taqi a.s Lahir

Tanggal 10 Rajab 195 Hijriah, Imam Muhammad Taqi a.s., keturunan Rasulullah generasi ke-8 terlahir ke dunia di kota Madinah. Setelah ayah beliau, yaitu Imam Ridha a.s. wafat, beliau mengemban tanggung jawab sebagai pemimpin kaum muslimin dan menjadi Imam ke-9. Beliau sangat dicintai oleh kaum muslimin dan terkenal karena kedermawanannya, sampai-sampai beliau dijuluki "Jawad" yang bermakna dermawan. Rumah Imam Jawad adalah tempat tujuan orang-orang yang sengsara dan butuh pertolongan.
Dalam periode keimamahan Imam Jawad, lslam menyebar ke berbagai kawasan secara luas. Kondisi ini telah menyebabkan terbukanya peluang perpindahan pemikiran dari luar ke dalam kalangan umat Islam. Pada zaman itu juga terjadi berkali-kali dialog antara pemikir Islam dan non-Islam.
Imam Jawad memainkan peranan yang sangat penting pada saat itu. Ia berhasil membimbing umat sekaligus mencegah terjadinya infiltrasi pemikiran-pemikiran luar yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Salah satu hadis dari beliau adalah, "Berpegang teguh kepada Tuhan adalah sebuah tangga untuk menuju derajat yang tinggi. Siapapun yang berpegang teguh kepada Tuhan, Tuhan pasti akan membebaskannya dari segala keburukan sekaligus menjaganya dari ancaman-ancaman musuh."

11 Rajab
Ibnu Asakir Wafat

Tanggal 11 Rajab 571 Hijriah, Ibnu Asakir, sejarawan dan ahli hadis terkenal, meninggal dunia di kota Damaskus. Selama hidupnya, ia mempelajari Al-Quran, hadis, fiqih dan usul fiqih dari para ulama Damaskus. Ibnu Asakir juga menyempurnakan ilmu dengan melakukan perjalanan yang cukup jauh.
Ia mendatangi pusat-pusat keilmuan di kota Bagdad, Kufah, Maushul, Naisyapur, Marw, Isfahan, dan Hamedan. Karya-karya Ibnu Asakir mencapai 134 buah buku, yang paling terkenal berjudul "Sejarah Damaskus" yang berisikan geografi historis dan biografi para ilmuwan dan ahli hadis Damaskus.

12 Rajab
Abbas bin Abdul Muthallib Wafat

Tanggal 12 Rajab tahun 32 Hijriah, Abbas bin Abdul Muthallib, salah seoran paman Rasulullah, dan pemuka Quraisy meinggal dunia. Selama hidupnya, ia dikenal sebagai orang yang berakhlak mulia serta memiliki kecerdasan yang tinggi. Sebagian sejarawan meyakini bahwa Abbas telah memeluk Islam secara sembunyi-sembunyi sebelum peristiwa hijrahnya Nabi SAWW ke Madinah. Ia diyakini para sejarawan tersebut sebagai orang yang menyampaikan berbagai informasi rahasia mengenai gerakan-gerakan kaum musyrikin Mekah yang memerangi kaum muslimin.
Abbas secara resmi memeluk Islam pada tahun kedelapan hijriah. Setelah Mekah ditaklukkan, Abbas diperintahkan Nabi untuk menjadi penanggung jawab penyediaan air bagi para peziarah Kabah.

Abu Hudzaifah Wafat
Tanggal 12 Rajab tahun 206 Hijriah, Abu Hudzaifah, seorang periwayat hadits dan sejarawan Islam meninggal dunia. Ia menjadi periwayat hadits setelah menimba ilmu dan mengumpulkan hadits-hadits di kota Mekah dan Madinah. Salah satu karyanya yang terkenal adalah kitab ‘Al-Mubtada', berisikan kisah penciptaan manusia dan para nabi.

13 Rajab
Ali bin Abi Thalib as Lahir

Tanggal 13 Rajab 23 tahun sebelum Hijrah, Ali bin Abi Thalib, kemenakan Rasulullah, menantu, dan pemimpin kaum muslimin sepeninggal nabi, terlahir ke dunia. Beliau dilahirkan di dalam Ka'bah oleh ibundanya yang bernama Fathimah binti Asad. Ayah beliau adalah Abu Thalib, paman Rasulullah. Sejak kecil, Ali a.s. telah berada dalam asuhan dan didikan Rasulullah dan dia menjadi laki-laki pertama yang menerima ajaran Islam.
Pada akhir tahun ke-2 Hijriah, Ali a.s. menikahi purti Rasulullah, Fathimah Az-Zahra . Beliau selalu mendampingi Rasulullah dalam segala duka dan kesulitan dalam menyebarkan Islam dan ikut dalam semua peperangan yang dihadiri Rasululllah, kecuali dalam Perang Tabuk. Imam Ali a.s. selain dikenal karena keberaniannya, juga amat terkenal kedermawanan dan kelembutan hatinya.
Beliau selalu membantu dan melindungi fakir miskin, kaum tertindas, dan anak yatim. Ketika menjadi khalifah kaum muslimin, beliau menjalankan pemerintahan dengan sangat adil. Dalam beribadah kepada Allah, beliau dikenal sangat tekun dan khusyuk, sampai-sampai, beliau tidak merasakan ada anak panah menancap di tubuhnya pada saat sedang shalat. Imam Ali a.s. gugur syahid akibat dibunuh oleh musuhnya ketika beliau sedang shalat pada usia ke 63 tahun.
Salah satu hadis dari Imam Ali adalah, "Berperilakulah dengan baik kepada masyarakat, sehingga ketika engkau mati, mereka akan menangisimu dan ketika engkau hidup mereka akan baik kepadamu."

15 Rajab
Perubahan Kiblat Kaum Muslimin

Tanggal 15 Rajab tahun ke-2 Hijriah, atas perintah Allah, kiblat umat muslimin dipindahkan dari Baitul Maqdis ke Ka'bah di Mekah. Sebelumnya, kaum Yahudi selalu mencela kaum muslimin karena kiblat mereka juga berada di Baitul Maqdis. Celaan seperti ini menimbulkan kesedihan di hati kaum muslimin, terutama Rasulullah SAWW. Allah SWT kemudian memerintahkan umat muslim agar memindahkan kiblat shalat mereka ke Ka'bah dengan menurunkan wahyu surat Al-Baqarah ayat ke-144.

Muawiyah bin Abi Sufyan Meninggal Dunia
Tanggal 15 Rajab tahun 60 Hijriah, Muawiyah bin Abu Sufyan, pendiri dinasti Bani Umayyah meninggal dunia. Dia dilahirkan 15 tahun sebelum Hijriah dan masuk Islam pada saat penaklukan kota Mekah di tahun 8 Hijriah. Pada masa kekhalifahan Umar bin Khatab, dia meraih poisi sebagai Gubernur Syam. Untuk memperluas kekuasaannya, dia melancarkan perang terhadap khalifah ke-4, Imam Ali a.s. Perang tersebut dinamakan perang Shiffin. Setelah syahidnya Imam Ali, dengan berbagai taktik licik, dia memporak-porandakan barisan pendukung Imam Hasan, penerus Imam Ali, sehingga Imam Hasan terpaksa mengikat perjanjian damai dengan Muawiyah. Sejak saat itu hingga 19 tahun kemudian, Muawiyah menjadi khalifah umat Islam yang sangat despotik. Pengikut dan keluarga Ahlul Bait Rasuluh dikejar-kejar dan dibunuh. Sepeninggal Muawiyah, kekuasaan dipegang oleh putranya Yazid yang memerintah kaum muslimin dengan lebih kejam lagi.

Wafatnya Sayyidah Zainab Al-Kubra s.a.
Tanggal 15 Rajab tahun 62 Hijriah, Sayyidah Zainab s.a, cucu rasulullah SAWW, setelah melalui penderitaan hidup yang amat besar, meninggal dunia. Beliau lahir pada tahun 6 Hijriah dan dibesarkan dengan ajaran Ilahi oleh orangtuanya, yaitu Imam Ali a.s. dan Fahimah Az-zahra, putri Rasulullah. Pada tahun 61 Hijriah, beliau mendampingi kakaknya, Imam Husain a.s. yang dikejar-kejar oleh pasukan Yazid bin Muawiyah. Sampai akhirnya, rombongan Imam Husain yang terdiri dari 72 orang, termasuk anak-anak dan perempuan, tiba di padang Karbala dan bertempur melawan pasukan Yazid yang berjumlah ribuan orang itu. Setelah Imam Husain gugur syahid, Sayyidah Zainab berperan sebagai penyampai pesan perjuangan abadi Imam Husain kepada umat manusia.

16 Rajab
Ibnu Khairun Meninggal Dunia

Tanggal 16 Rajab tahun 539 Hijriah, Abu Mansur Muhammad bin Abdul Malik, yang terkenal dengan nama Ibnu Khairun, seorang ahli hadis dan ustad ilmu qiraat atau pembacaan Al-Quran, meninggal dunia di kota Baghdad. Ibnu Khairun meninggalkan karya dalam ilmu pembacaan Quran bernama "Al-Miftah" dan "Al-Maudhu'".

17 Rajab
Ayatullah Khansari Lahir

Tanggal 17 Rajab 1271, Ayatullah Al Udzma Haji Sayyid Abu Thurab Khansari, seorang ulama besar Iran, terlahir ke dunia di kota Khansar, Iran. Ayatullah Khansari mempelajari berbagai ilmu seperti fiqih, ushul fiqih, hikmah dan tafsir dari para ulama di zamannya sehingga akhirnya beliau sendiri menjadi ulama terkemuka. Beliau banyak meninggalkan karya penulisan di bidang agama, diantaranya berjudul, "Qashdus-Sabil" di bidang ushul fiqih dan "Mishbahus-shalihin" dibidang ushuluddin. Beliau meninggal pada tahun 1346 Hijriah.

18 Rajab
Ibnu Samah Wafat

Tanggal 18 Rajab tahun 426 Hijriah, Ibnu Samah, seorang matematikawan, ahli perbintangan, dan dokter Andalusia, meninggal dunia. Dia dilahirkan pada tahun 370 Hijriah di Cordoba. Ilmuwan muslim ini banyak melakukan penelitian dan penulisan di bidang matematika dan astronomi dan menulis banyak karya berharga, di antaranya berjudul "Al-Madkhal ilal Handasah", "Al-Muamalat" dan "Kitaabuz-ziij".

Hujjatul Islam Asyrafi Lahir
Tanggal 18 Rajab tahun 1220 Hijriah, Haji Mula Muhammad yang terkenal dengan nama Hujatul Islam Asyrafi, seorang ulama besar Islam terlahir ke dunia di utara Iran. Untuk meneruskan pendidikannya, dia pergi ke kota Najaf dan belajar kepada ulama-ulama terkemuka di kota itu. Beliau pun kemudian menjadi seorang ulama besar di bidang hadis, tafsir Quran, dan teologi. Di antara karya-karya beliau adalah buku berjudul "Asrarus Syahadah". Beliau meninggal tahun 1315 Hijriah.

Ayatullah Khansari Lahir
Tanggal 18 Rajab 1271, Ayatullah Al-Udzma Haji Sayyid Abuturab Khansari, seorang ulama besar Iran, terlahir ke dunia di kota Khansar, Iran. Ayatullah Khansari mempelajari berbagai ilmu seperti fiqih, ushul fiqih, hikmah, dan tafsir dari para ulama di zamannya sehingga akhirnya beliau sendiri menjadi ulama terkemuka. Beliau banyak meninggalkan karya penulisan di bidang agama, diantaranya berjudul, "Qashdus-Sabil" di bidang ushul fiqih dan "Mishbahus-shalihin" dalam bidang ushuluddin. Beliau meninggal pada tahun 1346 Hijriah.

19 Rajab
Abu Alwalid Sulaiman bin Khalf Maliki

Tanggal 19 Rajab 474 Hijriah, Abu Alwalid Sulaiman bin Khalf Maliki, seorang ahli fiqih Andalusia, meninggal dunia. Selain menguasai bidang fiqih, Abu Alwalid adalah seorang penghafal dan penafsir Quran, sastrawan, dan penyair. Abu Alwalid pada awalnya mengajar agama dan menyebarkan hadis Nabi Muhammad SAWW di Andalusia, kemudian di Mekah dan di Baghdad. Karya-karya yang ditinggalkan oleh Abu Alwalid di antaranya buku berjudul "Tafsir Quran", "An-Nasikh wal Mansukh", dan "Al-Isyarah".

Ayatullah Syaikh Muhammad Khalisi Wafat
Tanggal 19 Rajab 1383 Hijriah, Ayatullah Syaikh Muhammad Khalisi yang terkenal dengan nama Khalisi Zadeh, meninggal dunia di Baghdad. Selain bergelut di bidang ilmu agama, beliau juga aktif dalam perjuangan menentang penjajahan Inggris. Aktivitas beliau menyebabkan pemerintah Inggris mengasingkannya ke Iran. Ayatullah Khalisi Zadeh banyak meninggalkan karya penulisan, di antaranya berjudul "Kejahatan Inggris di Bain-Nahrain" dan "Tuhan di Alam".

20 Rajab
Perang di Yarmuk

Tanggal 20 Rajab tahun 13 Hijriah, terjadi perang besar di Yarmuk antara pasukan Muslim dengan pasukan imperium Romawi Timur. Yarmuk adalah nama sebuah lembah di negeri Syam, Kaisar Heraklitus, Raja Romawi menyusun satu pasukan besar untuk mengalahkan pasukan Islam. Namun kaum muslimin dengan jumlah pasukan yang lebih kescil dan perlengkapan perang yang lebih sederhana berhasil mengalahkan pasukan Romawi. Kemenangan ini sekaligus membawa pasukan Muslim kian mendekati pintu gerbang kerajaan Romawi. Setahun setelah itu, pasukan Muslim menduduki Beitul Maqdis tanpa pertumpahan darah.


Ayatollah Sadruddin lahir
Tanggal 20 Rajab tahun 1299 Hijriah, Ayatollah Sadruddin Sadr, salah seorang ulama besar muslim lahir di kota Kadzimain, Irak. Setelah melewati masa kanak-kanaknya, beliau menimba berbagai cabang ilmu dari para guru dan ulama di kotanya. Setelah itu Sadruddin Sadr melanjutkan pendidikannya di kota Najaf Al-Asyraf sampai berhasil meraih derajat ijtihad. Ayatollah Sadruddin Sadr pada usia 32 tahun pergi ke kota Mashad di Iran dan menetap di sana sampai tahun 1348 Hijriah. Beliau lantas kembali ke negeri Irak. Ayatollah Sadruddin Sadr meninggalkan banyak karya penulisan di antaranya buku berjudul Mokhtasar Tarikh Al-Islam.

21 Rajab
Ibn Abi Al-Hadid meninggal dunia

Tanggal 21 Rajab 656 H. Ibn Abi Al-Hadid, seorang pemikir dan penulis muslim terkemuka meninggal dunia pada usia 70 tahun. Pada saat Moghul menyerang Baghdad, ia ditawan, namun oleh beberapa pembesar saat itu ia diselamatkan dari maut. Karya terkenal Ibn Abi Al-Hadid yaitu, "Syarah Nahjul Balaghah" yang merupakan penjelasan dari kumpulan perkataan Imam Ali as. Dalam buku tersebut, Ibn Abi Al-Hadid mengungkapkan keagungan Nahjul Balaghah dari sisi sastra, sejarah dan kalam. Karya lainnya antar lain "Al-Abqari Al-Hasan dan "As-Sab' Al-Uluyat."

22 Rajab
Mulla Ali Nuri Meninggal Dunia

Tanggal 22 Rajab 1246, Mula Ali Nuri, ulama dan ahli hikmah terkemuka Iran, meninggal dunia. Selain menagajar, dia juga meneruskan penelitian dan penelaahannya di bidang hikmah. Di antara karya-karya Mula Ali Nuri yang terkenal adalah "Risalah Wahdatul Wujud".

23 Rajab
Ayatullah Kuhkaramei Meninggal Dunia

Tanggal 23 Rajab 1299, Ayatullah Sayyid Husain Kuhkamarei, seorang ulama dan ahli fiqih terkemuka Iran meninggal dunia. Beliau selama bertahun-tahun belajar kepada ulama-ulama besar di zamannya, khususnya Syaikh Murtadha Anshari. Lebih dari 800 orang ulama besar pernah menimba ilmu kepada Ayatullah Kuhkamarei. Beliau juga meninggalkan banyak karya penulisan di bidang ibadah dan furu'ud-din.

24 Rajab
Benteng Khaibar Ditaklukkan Imam Ali a.s.

Tanggal 24 Rajab tahun 7 Hijriah, benteng Khaibar milik Yahudi berhasil ditaklukkan oleh Imam Ali a.s. Kaum Yahudi yang terus-menerus memusuhi Islam, membangun tujuh benteng kuat di Khaibar yang terletak di utara kota Madinah dan dari benteng itu, mereka melancarkan gangguan dan serangan terhadap kaum muslimin. Pada tahun ke-7 Hijriah, Rasulullah menyampaikan berita gembira tentang akan runtuhnya benteng Khaibar. Tak lama kemudian, pasukan muslimin mengepung Khaibar, namun ada dua benteng yang tak kunjung bisa ditaklukkan. Rasulullah kemudian bersabda, "Besok bendera perang akan aku serahkan kepada seseorang yang mencintai Allah dan rasul-Nya dan diapun dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya." Keesokan harinya, Rasul menyerahkan bendera perang kepada Imam Ali a.s. dan setelah melalui pertempuran hebat, Imam Ali berhasil menaklukkan benteng Yahudi itu.

25 Rajab
Imam Musa Al-Kadhim Syahid Gugur

Tanggal 25 Rajab 183 Hijriah, Imam Musa Al-Kadhim a.s., keturunan suci Rasulullah generasi kedelapan, gugur syahid di dalam penjara Dinasti Abbasiah. Imam Musa a.s. lahir pada tahun 128 Hijriah di Abwa', sebuah daerah di antara Mekah dan Madinah. Ketika Imam Musa berusia 20 tahun, ayah beliau, yaitu Imam Shadiq a.s., gugur syahid dan sejak saat itu, beliau mengemban tampuk keimamahan dan kepemimpinan kaum muslimin. Selama 35 periode keimamahan beliau, berbagai kesulitan dan tantangan berat silih berganti datang menghadang.
Selama itu pula, periode perkembangan keilmuan dan peradaban Islam mencapai kegemilangannya. Melalui para ilmuwan, ahli fiqih, dan ahli agama yang menjadi murid-murid Imam Musa, keilmuan dan pemahaman Islam tersebar ke berbagai penjuru dunia. Ketinggian kedudukan Imam Musa di tengah kaum muslimin, membuat Khalifah Harun Al-Rasyid, dari Dinasti Abbasiah yang berkuasa pada zaman itu, merasa kedudukannya terancam. Dia lalu menangkap dan memenjarakan Imam Musa a.s. Akhirnya, pada tahun 183 Hijriah, Imam Musa diracun atas perintah Harun Al-Rasyid dan gugur syahid.
Salah satu di antara hadis-hadis Imam Musa a.s. berbunyi, "Cara terbaik untuk mendekati Tuhan adalah dengan mengenal-Nya, kemudaian mendirikan shalat, berbuat baik kepada orang tua, serta meninggalkan sikap hasud dan sombong.

26 Rajab
Abu Thalib Wafat

Tanggal 26 Rajab tahun ke-3 Sebelum Hijrah, Abu Thalib, paman Rasulullah Muhammad SAWW dan ayah Imam Ali a.s., meninggal dunia. Pada saat itu, Abu Thalib dan kaum muslimin lainnya terkepung di tengah Lembah Abu Thalib akibat pemboikotan kaum musyrikin. Setelah meninggalnya Abdul Muthalib, kakek Nabi Muhammad SAWW, beliau mulai diasuh oleh pamannya Abu Thalib. Saat itu, usia Muhammad baru delapan tahun.
Setelah bi'tsat atau diangkatnya Muhammad sebagai Rasul Allah, Abu Thalib masuk Islam dan menjadi pelindung terbesar Nabi Muhammad di hadapan kaum musyrikin. Sebelum wafatnya, Abu Thalib memberi wasiat kepada keluarga dan temannya agar membela Islam dan Rasulullah. Pada tahun yang sama, istri Rasullah, Khadijah, yang merupakan perempuan pertama yang memeluk Islam, juga meninggal dunia. Karena kesedihan Rasulullah yang amat mendalam, tahun tersebut dinamakan sebagai "Tahun Kesedihan".

27 Rajab
Pengangkatan Muhamad SAWW sebagai Nabi

Tanggal 27 Rajab 13 tahun sebelum Hijrah, Muhammad SAWW diangkat oleh Allah SWT sebagai Rasul-Nya. Peristiwa ini disebut sebagai peristiwa "mab'ats". Pada saat itu, Rasulullah berusia 40 tahun. Sebelum diangkat sebagai rasul, Muhammad SAWW dikenal sebagai pribadi yang jujur, penjaga amanah, dan dermawan. Sebagian besar waktunya dihabiskan untuk merenung dan beribadah di gua Hira', yang terletak di bagian utara Mekah.
Sampai akhirnya, Allah mengutus Jibril untuk menemui Rasulullah di gua itu dan menyampaikan wahyu Allah yang pertama. Sejak saat itu, Rasulullah mengemban tugas menyampaikan risalah Allah swt. Setelah 13 tahun menyebarkan ajaran Islam di kota Mekah dengan mendapatkan tentangan keras dari kaum kafir, Rasulullah hijrah ke Madinah. Di kota Madinah, Rasulullah mendirikan pemerintahan yang berasaskan Islam.

Zamakhsyari Terlahir
Tanggal 27 Rajab tahun 467 Hijrah, Jarallah Zamakhsyari, seorang ahli fiqih dan tafsir terkemuka Iran, terlahir ke dunia. Beliau sangat menguasai bidang tafsir, hadis, dan sastra Arab. Beliau banyak meninggalkan karya penulisan, di antaranya buku-buku berjudul "Mukadimatul Adab", "Asasul Balaghah", dan bukunya yang terpenting adalah "Tafsir Kasyaaf". Zamkhshari meninggal dunia pada tahun 538 Hijriah.

28 Rajab
Ayatullah Shadruddin Shadr Lahir

Tanggal 28 Rajab 1299 Hijriah Ayatullah Shadruddin Shadr, salah seorang ulama besar Irak, terlahir ke dunia di kota Kadzimain. Di kota kelahirannya itu, beliau mempelajari sastra dan matetamatika. Kemudian, beliau melanjutkan pendidikan ke hauzah ilmiah di kota Najaf sampai akhirnya mencapai derajat mujtahid.Pada usianya ke-32, Ayatullah Shadr pergi ke Masyhad, Iran dan bermukim di sana hingga tahun 1959 dan kemudian kembali ke Irak.

Thahir Zadeh Meninggal Dunia
Tanggal 28 Rajab tahun 1329, Mirza Ali Akbar Shabiri, yang terkenal dengan Thahirzadeh, seorang penyair Kaukasus, meninggal dunia. Dia terlahir ke dunia di kota Sharwan di selatan Kaukasus pada tahun 1278 Hijriah. Thahirzadeh banyak menulis syair tentang Rasulullah dan Ahlul Baitnya. Dia selalu melindungi para fakir miskin dan dengan gaya parodi yang manis, dia menjelaskan permasalahan sosial masyarakat pada zamannya.

Allamah Yazdi Wafat
Tanggal 28 Rajab 1337 Hijriah, Ayatullah Al-Udzma Muhammad Kadzim Thabatabai Yazdi, yang terkenal dengan nama Allamah Yazdi, ahli fiqih terkenal Iran, meninggal dunia. Setelah melalui pendidikan dasarnya, Allamah Yazdi melanjutkan pendidikan ke Najaf hingga mencapai derajat mujtahid. Salah satu di antara guru beliau adalah Mirza Shirazi. Kemudian, beliau mengabdikan diri dalam pengajaran agama, mendirikan yayasan sosial, mesjid, dan sekolah-sekolah. Allamah Yazdi meninggalkan banyak karya penulisan, di antaranya kitab "Urwatul Wutsqa" dan "Bustan-e Niyaz."

29 Rajab
Ibnu Qutaibah Meninggal Dunia

Tanggal 29 Rajab 276 Hijriah, Abdullah bin Muslim Dinwari yang terkenal dengan nama Ibnu Qutaibah meninggal dunia dalam usia 63 tahun. Ia dilahirkan di Kufah, Irak. Ketika menginjak usia dewasa ia diangkat sebagai hakim di kota Dinwar, sebuah kota yang terletak di barat Iran. Semasa hidupnya, Ibnu Qutaibah dikenal sebagai orang yang menguasai Quran, hadits, dan sastra Arab. Sejumlah buku terkenal menjadi bukti kedalaman ilmunya. Di antara karya-karyanya itu adalah "Ta'wil Musykil Al-Quran", Tafsir Gharib Al-Quran", "'Uyun Al-Akhbar", "Ma'ani Asy-Syi'r", dan "Gharib Al-Hadits".


Ibnu Abil Hadid Meninggal
Tanggal 29 Rajab tahun 686 Hijriah, Ibnu Abil Hadid, seorang ulama terkenal, meinggal dunia pada usia 70 tahun. Saat terjadi peristiwa penyerangan pasukan Mongol ke ke Baghdad, ia termasuk orang yang ditahan pasukan penyerang. Akan tetapi, sejumlah tokoh melakukan lobi hingga ia berhasil dibebaskan. Karya terpentingnya adalah Kitab "Syarh Nahjul Balaghah", yang merupakan penjelasannya atas pidato-pidato Imam Ali a.s. Dalam kitabnya itu, Abil Hadid menjelaskan keindahan ucapan-ucapan Imam Ali a.s. dari sisi sastra, sejarah, dan teologis.

30 Rajab
Ibnu Bari Meninggal Dunia

Tanggal 30 Rajab tahun 499 Hijriah, Ibnu Bari, seorang sastrawan dan linguis Arab berkebangsaan Mesir terlahir ke dunia. Semasa hidupnya ia tinggal di Kairo. Di kota itulah ia menimba il mu dari para ilmuwan zamannya. Dengan cepat, ia menjadi sastrawan besar di zamannya. Setelah itu, waktunya lebih banyak diluangkan untuk mengajar Quran dan sastra Arab.
Di akhir hayatnya, ia mulai menulis sejumlah kitab. Sampai saat ini, karya-karya tulisnya di bidang nahwu dan bahasa bisa dibaca.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar