Rabu, 20 Januari 2010

Bulan Ramadhan

1 Ramadhan
Abu Ali Sina Wafat

Tanggal 1 Ramadhan tahun 428 Hijriah, Abu Ali Sina atau Ibnu Sina, seorang ilmuwan besar muslim, menutup usia pada usia 58 tahun, di kota Hamedan, Iran. Ibnu Sina pada usia remaja telah menghapal Al Quran dan kemudian mempelajari ilmu teknik dan astronomi. Pada usia 18 tahun, Ibnu Sina telah menguasai semua ilmu yang berkembang pada zaman itu. Meski menguasai sangat banyak bidang ilmu, Ibnu Sina paling terkenal atas kemampuannya di bidang kedokteran.
Atas keberhasilannya mengobati seorang raja Dinasti Samani, Ibnu Sina diizinkan untuk memanfaatkan perpustakaan besar yang dimiliki oleh raja tersebut. Ibnu Sina kemudian banyak melakukan penelitian di perpustakaan tersebut.
Karya-karya penulisan yang dihasilkan Ibnu Sina sedemikian hebatnya, sehingga menajdi rujukan bagi para ilmuwan di berbagai zaman dan berbagai tempat, termasuk di dunia Barat. Karya terkenal Ibnu Sina antara lain berjudul Syifaa, yang merupakan buku filsafat dan Qanun yang membahas tentang masalah kedokteran.

Ibnu Khaldun Lahir

Tanggal 1 Ramadhan tahun 732 Hijriah, Ibnu Khaldun, sosiolog, sejarawan, dan politisi muslim termasyhur, terlahir ke dunia di Tunusia. Kehidupan Ibnu Khaldun dapat dibagi ke dalam tiga periode. Periode pertama adalah masa ketika Ibnu Khaldun menuntut berbagai bidang ilmu. Dalam periode kedua kehidupannya, Ibnu Khaldun terjun ke dunia politik dan sempat menjabat berbagai posisi penting kenegaraan. Namun, akibat fitnah dari lawan politiknya, Ibnu Khaldun dijebloskan ke dalam penjara.
Setelah keluar dari penjara, dimulailah periode ketiga kehidupan Ibnu Kladun, yaitu berkonsentrasi di bidang penelitian dan penulisan. Karya-karya Ibnu Khladun yang terkenal di antaranya berjudul Tarikh Ibnu Khladun atau Sejarah Ibnu Khladun yang terdiri dari tujuh jilid. Kitab ini juga memuat bab pendahuluan yang terperinci dan terkenal dengan judul Mukadimah Ibnu Khaldun. Cendekiawan besar muslim ini meninggal dunia pada tahun 808 Hijriah.

2 Ramadhan
Zujaji Nawahandi Wafat

Tanggal 2 Ramadhan tahun 340 Hijriah, Abdul Rahman Zujaji Nahawandi, seorang sastrawan, ahli bahasa, dan ahli fiqih abad ke-4 hijriah, meninggal dunia di Damaskus. Dia menuntut ilmu fiqih dan bahasa dari ulama-ulama terkemuka di zamannya, di antaranya Ibnu Durayd. Abdul Rahman Zujaji Nahawandi banyak meninggalkan karya penulisan, di antaranya berjudul "Al-Idhah".

3 Ramadhan
Syaikh Mufid Wafat

Tanggal 3 Ramadhan tahun 413 Hijriah, Muhammad bin Nu'man yang dikenal dengan nama Syaikh Mufid, seorang ulama besar Islam, meninggal dunia. Beliau merupakan ulama terkemuka di bidang fiqih, ushul fiqih, teologi, hadis, dan sejarah Al-Quran. Beliau dianggap sebagai pengembang ilmu teologi, karena telah membahas masalah-masalah teologi dengan metode pendekatan logika. Syaikh Mufid sering hadir dalam majelis-majelis ilmu dan menjelaskan masalah fiqih kepada penganut berbagai mahzab dengan penjelasan yang tak terbantahkan. Karena besarnya manfaat dari majelis-majelis kelimuannya itulah Muhammad Nu'man dijuluki Syaikh Mufid. Karya-karya Syaikh Mufid mencapai 200 jilid buku, di antaranya berjudul "Al-Kalam fi Dalail Al-Quran", "Al-Arkan", dan "Kasyfus-Sarair".

Ibnu Khashshab Wafat
Tanggal 3 Ramadhan tahun 413 Hijriah, Ibnu Khashshab, peneliti dan penulis muslim terkenal abad ke-6 Hijriah, meninggal dunia. Dia dilahirkan pada tahun 492 Hijriah di Irak dan sejak kecil telah mulai menuntut ilmu-ilmu yang berkembang di zamannya. Secara bertahap, Ibnu Khashshab menguasai ilmu mantiq, hadis, sastra, nahwu, dan bahasa. Selain itu, karena kemampuannya dalam memahami dan membaca Al-Quran, dia dianggap sebagai salah seorang qari' besar pada masa itu.Ibnu Khashshab juga meninggalkan banyak karya penulisan.

4 Ramadhan
Ibnu Khurasani meninggal dunia

Tanggal 4 ramadhan 576 Hijriah, Muhammad bin Muhammad yang terkenal dengan gelaran Ibnu Khurasani seorang penyair dan ahli sastra Arab meninggal dunia. Dia lahir pada tahun 494 Hijriah di Khurasan, timur laut Iran. Ia kemudian pergi ke Baghdad untuk melanjutkan pelajarannya dan menetap di sana. Ibnu Khurasani menyelesaikan pelajarannya di bawah bimbingan guru-guru ternama di era tersebut. Dia memiliki pengetahuan ilmu yang tinggi. Di antara karya beliau ialah 10 jilid kumpulan Syair yang saat ini sebagian besarnya telah musnah.

Qadhi Sa'id Ibnu Sana Al-Mulk Wafat
Tanggal 4 Ramadhan tahun 608 Hijriah, Abul Qasim Hibatullah bin Ja'far yang dikenal dengan nama Qadhi Sa'id Ibnu Sana Al-Mulk, seorang penyair dan sastrawan terkenal Mesir meninggal dunia. Ia yang dikenal dengan nama kakeknya, Ibnu Sana Al-Mulk, terlahir di Kairo pada tahun 545 Hijriah dari kalangan keluarga yang taat beragama. Keilmuannya di bidang Al-Quran dan Nahwu diperolehnya saat belajar dari para ulama di Kairo, sedangkan ilmu-ilmu lainnya ia peroleh dengan berguru kepada para ulama di Iskandariah.
Sejak masih muda, Ibnu Sana Al-Mulk sudah menunjukkan minat dan bakatnya yang sangat besar kepada puisi dan sastra. Ia kemudian melahirkan sejumlah karya puisi yang di antaranya berkaitan dengan peristiwa gugurnya Imam Husein bin Ali a.s. di Padang Karbala

5 Ramadhan
Afdalludin Abu Abdillah Meninggal Dunia

Tanggal 5 Ramadan 646 Hijriah, Afdalludin Abu Abdillah Tabib Khonji, putra Abdul Malik Khonji merupakan seorang bijaksana yang terkenal abad ketujuh Hijriah meninggal dunia. Dia lahir pada tahun 590 Hijriah di Khonj, disekitar Khalhal di barat laut Iran dan memulai pelajarannya di sana. Dia merupakan seorang bijaksana dan ahli mantik serta pakar dalam ilmu-ilmu Islam yang lain khususnya fikih dan hadis. Dia banyak sekali menulis dan diantara buku yang ditulis ialah Kashful Asrar ‘an Ghawamidhil Afkar fil Mantiq.

Mulla Aliyari Tabrizi Lahir
Tanggal 5 Ramadhan tahun 1236 Hijriah, Mulla Aliyari Tabrizi, seorang ulama terkenal di kawasan Iran utara terlahir ke dunia. Semasa hidupnya, Tabrizi dikenal sebagai orang yang sangat menguasai fiqh, ilmu hadits, puisi, sastra, filsafat, matematika, dan astronomi. Awalnya ia menuntut ilmu di hauzah ilmiah Najaf, Irak, dan berguru kepada para ulama besar di sana pada zaman itu, di antaranya Syaikh Murtadha Anshari dan Mirza Syirazi.
Setelah menimba ilmu di Najaf, Aliyari Tabrizi kembali ke Iran dan mengajarkan ilmu-ilmu yang didapatkannya dari Najaf itu di tanah airnya. Ia kemudian melahirkan sejumlah ulama terkenal.
Aliyari Tabrizi juga menulis sejumlah buku dengan berbagai macam tema. Kitab karya Tabrizi yang paling terkenal adalah "Dalail Al-Ahkam fi Syarhi Syara'i Al-Islam".

6 Ramadhan
Abu Ali Sallar Wafat

Tanggal 6 Ramadhan 463 Hijriah, Hamzah bin Abdullah Sallar, seorang ulama muslim abad ke-5 Hijriah, meninggal dunia di kota Tabriz, barat daya Iran. Dia dijuluki dengan nama Abu Ali. Abu Ali merupakan salah satu murid terkenal dari Syekh Mufid dan Sayyid Murtadha Alamul Huda, dua ulama besar pada masa itu.
Karya Abu Ali Sallar yang paling terkenal adalah kitab berjudul "Al-Marasim Al-Alawiyah wal Al-Ahkam An-Nabawiyah". Selain itu, dia juga menulis sepuluh jilid kitab fiqih berjudul "Jawami'ul Fiqih".

Abu Ya'la Ja'fari Meninggal Dunia
Tanggal 6 Ramadhan 463 Hijriah, Abu Ya'la Ja'fari, seorang ulama terkemuka abad ke-5 Hijriah, meninggal dunia. Dia adalah seorang ahli di bidang fiqih dan teologi dan merupakan wakil dari Syekh Mufid. Beliau merupakan ulama yang sezaman dengan Syaikh Thusi. Karya-karya penulisan beliau, di antaranya berjudul "Miladu Shahibiz Zaman" dan "At-Takmilah".

7 Ramadhan
Ibnu Zuhrah Lahir

Tanggal 7 Ramadhan tahun 511 Hijriah, Ibnu Zuhrah, seorang ulama fiqih dan teologi terkenal abad ke-6 Hijriah, terlahir ke dunia di kota Halb, Syria. Ibnu Zuhrah mencapai derajat keilmuannya yang tinggi setelah menyelesaikan pendidikan di kota Halb dan Najaf. Ibnu Zuhrah dikenal menguasai bidang fiqih, ushul fiqih, teologi, dan sastra Arab. Dia juga banyak meninggalkan karya penulisan yang bernilai. Ibnu Zuhrah meninggal dunia tahun 585 Hijriah.

Nizhamuddin Turmidzi Lahir
Tanggal 7 Ramadhan tahun 944 Hijriah, Sayyid Nizhamuddin Muhammad Ma'shum Safha'iy Tarmidzi, seorang sejarawan dan penyair terkenal abad ke-10 Hijriah, terlahir ke dunia di India. Kakek moyang Sayyid Nizhamuddin adalah kaum muslimin etnis Tirmidz dan hidup di Qandahar Afganistan tenggara. Namun, karena ayahnya pindah ke India, maka Sayyid Nizhamudin setelah menyelesaikan pendidikannya di Qandahar, juga pindah ke India dan hidup di Gujarat. Di sanalah ia kemudian menciptakan syair-syairnya.
Sayyid Nizhamuddin yang dikenal dengan nama "Namy" ini merupakan seorang cendikiawan terkemuka pada zamannya. Karya-karyanya yang terkenal, di antaranya berjudul "Tibb-e Namy". Dia meninggal tahun 1019 Hijriah.

8 Ramadhan
Ali Dabiran Wafat

Tanggal 8 Ramadan tahun 675 Hijriah, Najmuddin Ali Dabiran, yang terkenal dengan nama Katibi, seorang filsuf dan ahli perbintangan terkemuka Iran, meninggal dunia. Informasi mengenai riwayat kehidupan Katibi tidak banyak diperoleh. Namun, diketahui bahwa Nashiruddin Thusi seorang ulama besar masa itu, telah meminta Katibi untuk mendampinginya dalam pekerjaan di observatorium "Maraghe" yang terkenal di zaman itu.
Ilmuwan muslim ini dalam waktu yang cukup lama bekerja di observatorium tersebut. Selain itu, Katibi juga banyak meninggalkan karya penulisan di bidang filsafat dan logika, di antaranya berjudul "Jami'ud Daqayiq" dan "Hikmatul Ain".

9 Ramadhan
Ologh Beigh Wafat

Tanggal 9 Ramadhan 853 Hijriah, Ologh Beigh, seorang cendekiawan besar di bidang astronomi, meninggal dunia. Dia dilahirkan di Iran dan kemudian diasuh oleh kakeknya, "Timur" yang menjadi pendiri Dinasti "Timurian".
Di antara karya Ologh Beigh yang penting adalah pendirian observatorium tiga tingkat di kota Samarkhand, tahun 828 Hijriah dan penyusunan jadwal penghitungan penanggalan dan kondisi perbintangan, yang dikenal dengan nama "Deviasi Ologh Beigh".

Ayatollah Syeikh Muhammad Hamadani Meninggal Dunia

Tanggal 9 Ramadhan 1325 Hijriah, Ayatollah Syeikh Muhammad Bahari Hamadani, meninggal dunia. Dia merupakan seorang ulama besar dan arif Iran yang terkenal pada abad ke 13 dan 14 hijriah. Beliau terkenal dengan ketakwaan dan kesempurnaan ilmu dan amalnya. Ayatollah Hamadani setelah menamatkan pelajaran mukadimahnya, dia melanjutkan pelajarannya ke Hauzah Ilmiah Najaf Irak. Selepas menamatkan pelajarannya, dia menumpukan perhatian dalam bidang pengajaran. Diantara karyanya ialah Tadzkirah Al-Muttaqin.

10 Ramadhan
Khadijah s.a. Wafat

Tanggal 10 Ramadhan tiga tahun sebelum Hijriah, Khadijah s.a., istri Rasulullah saww meninggal dunia. Beliau adalah seorang perempuan Qurays yang terkemuka dan hartawan. Ketika Muhammad SAWW diangkat Allah sebagai Rasul, Khadijah adalah orang pertama yang beriman dan memeluk agama Islam. Beliau pun menjadi pendukung utama dakwah Rasulullah dan bahkan mengorbankan seluruh hartanya demi dakwah Islam. Tahun wafatnya Khadijah disebut sebagai tahun kesedihan karena pada tahun yang sama, Rasulullah juga kehilangan pendukung utamanya yang lain, yaitu Abu Thalib.
Mengenai Khadijah, rasulullah bersabda, "Demi Allah, Khadijah adalah anugerah terbesar dari Allah untukku. Dia beriman kepadaku ketika semua orang mengingkariku dan dia membenarkanku ketika semua orang mendustakanku."


Nizhamul Mulk Tewas

Tanggal 10 Ramadhan 485 hijriah, Nizhamul Mulk, seorang menteri terkenal dari Dinasti Saljuq, Iran, tewas dibunuh pesainng politiknya. Dia dilahirkan pada tahun 410 Hijriah di kota Tus, Iran. Selama 40 tahun, ia mengabdi pada dinasti Saljuk. Dalam periode itu, dia ditugaskan untuk mendirikan sekolah-sekolah di Bagdad, yang terkenal adalah Nizhamiah yang memiliki murid enam ribu orang. Karya terkenal Nizhamul Mulk adalah buku "Siyasat-nameh" yang terdiri dari 50 bab dan membahas berbagai masalah, seperti Quran, sejarah para nabi, dan metode-metode pemerintahan.

11 Ramadhan
Ibrahim Karki Wafat

Tanggal 11 Ramadhan 853 Hijriah, Ibrahim Karki, seorang sejarawan, sastrawan, dan ahli hadis muslim, meninggal dunia di Kairo, Mesir. Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, ia pergi menuntut ilmu ke berbagai pusat pendidikan hingga mencapai keilmuan yang tinggi di bidang fiqih, hadis, dan sastra. Ibrahim Karki juga banyak meninggalkan karya penulisan, di antaranya berjudul "I'rabul Mufashal" di bidang ilmu Al-Quran.

12 Ramadhan
Muhajirin dan Ansar mengikat tali persaudaraan

Tanggal 12 Ramadhan tahun pertama Hijriah, tak lama selepas Nabi Muhammad saw berhijrah dari Mekah ke Madinah, baginda mengikat tali persaudaraan antara setiap muhajirin dengan ansar. Muhajirin adalah sekelompok kaum muslimin yang hijrah bersama Rasulullah dari Mekah ke Madinah. Sementara kaum Ansar adalah masyrakat muslim Madinah yang menjadi tuan rumah bagi kaum muhajirin. Saat baginda melakukan upacara ikatan persaudaraan antara umat Islam, Rasulullah memilih Imam Ali as sebagai saudara di dunia dan akhirat. Tujuan Rasulullah saaw ini dalam mengikat tali persaudaraan antara muhajirin dan ansar untuk menyelesaikan pelbagai perselisihan yang ada antara kaum dan kabilah muslim serta masalah yang timbul dari muhajirin muslim. Langkah ini juga dapat membantu dan memperkokohkan persaudaraan mereka dalam berhadapan dengan musuh. Umat Islam di bawah pemerintahan Nabi Muhammad saaw pada saat tersebut saling berkorban dan membantu antara satu sama lain.

Ibnu Aj-Jauzi Meninggal
Tanggal 12 Ramadhan tahun 597 Hijriah, Ibnu Al-Jawzi, seorang ulama fiqih, hadis, dan sejarah abad ke-6 Hijrah, meninggal dunia di kota Bagdad. Dia dilahirkan pada tahun 510 Hijriah dan menghabiskan sebagian besar umurnya untuk menuntut ilmu dan menulis buku. Selain menguasai bidang fiqih dan hadis, Ibnu Al-Jawzi juga mahir dalam berkhutbah, sehingga menjadi kepercayaan dari para ulama di zamannya. Karya tulis Ibnu Al-Jawzi mencapai 200 jilid dan yang terkenal di antaranya berjudul "Al-Muntazhim" dan "Mawaidz Al-Muluk".


Ayatullah Mahdi Khalisi Wafat
Tanggal 12 Ramadhan tahun 1343 Hijriah, Ayatullah Syaikh Mahdi Khalisi, seorang ulama fiqih dan mujtahid besar Islam, meninggal dunia. Beliau dilahirkan pada tahun 1277 di kota Kazhimain, Irak. Pada masa invasi Inggris ke Irak pada era Perang Dunia Pertama, Ayatullah Khalisi bersama ulama-ulama pejuang lainnya, memimpin rakyat Irak untuk berjuang melawan penjajahan. Beberapa waktu kemudian, beliau dikirim ke Iran untuk mengajar ilmu-ilmu agama. Beliau juga meninggalkan banyak karya tulis, di antaranya berjudul "Kifayatul Ushul" dan "Anawiinul Ushul.

13 Ramadhan
Hajaj bin Yusuf Ats-Tsaqafi Mati

Tanggal 13 Ramadan tahun 1328 Hijriah, Hajaj bin Yusuf Ats-Tsaqafi, seorang pejabat negara yang kejam dan haus darah pada masa pemerintahaan Bani Umayyah, meninggal dunia. Dia menduduki jabatan tinggi pada masa Khalifah Abdul Malik Marwan dan Hisham Marwan. Selama masa kekuasaannya itu, Hujaj bin Yusuf Ats-Tsaqafi melakukan pembunuhan berdarah dingin terhadap para pendukung Imam Ali a.s. dan keluarga Nabi Muhammad SAWW. Sebagian sejarawan menyebut jumlah orang yang dibunuh oleh Hujjaj mencapai 120.000 orang. Di antara kejahatan besar Hujjaj yang lain adalah serangan ke Mekah dan perusakan Ka'bah. Di akhir usianya, Hujjaj mengalami gangguan jiwa. Jenazahnya dikuburkan secara diam-diam untuk menghindari kemarahan rakyat banyak.


Mirza Qashqa'iy Wafat
Tanggal 13 Ramadan tahun 95 Hijriah, Mirza Jahan-gir Khan Qashqa'iy, seorang ulama dan ahli sufi Iran, meninggal dunia. Beliau dilahirkan di kawasan Qashqa'iy, Iran tengah. Setelah menyelesaikan pendidikannya di bidang ilmu dan makrifat, Mirza Qashqa'iy pergi ke Isfahan untuk mengajar agama di sana. Beliau mengajar selama 50 tahun dan berhasil mendidik ulama-ulama terkenal, di antaranya Ayatullah Mudarris dan Ayatullah Burujerdi. Pada usianya ke-85 tahun, beliau wafat dan dimakamkan di Isfahan.

Ayatullah Ali Sistani Wafat
Tanggal 13 Ramadan tahun 1340 Hijriah, Ayatullah Sayyid Ali Sistani, seorang faqih, mujtahid, dan ulama besar Islam, meninggal dunia. Setelah menyelesaikan pendidikannya, pada tahun 1318 Hijriah, beliau datang ke Iran dan mengajar agama di Masjid Gauharshad di kota Mashad, timur laut Iran. Di masjid itu pula, beliau memimpin shalat Jumat. Pada periode Revolusi Konstitusional di Iran, Ayatullah Sistani dijebloskan ke penjara akibat aktivitas perjuangannya.

14 Ramadhan
Ibnu Maghazali Meninggal Dunia

Tanggal 14 Ramadhan tahun 542 Hijriah, Ibnu Maghazali, seorang ulama fiqih dan hadis meninggal dunia. Dia dilahirkan pada tahun 457 Hijriah dan pada masa mudanya, ia menuntut ilmu dari para ulama terkemuka di Irak. Satu-satunya karya Ibnu Maghazali adalah sebuah risalah hadis yang hingga kini masih tersimpan di perpustakaan Zahirian, kota Damaskus, Suriah.

Syamsuddin Behbahani Wafat
Tanggal 14 Ramadhan 1248 Hijriah, Syamduddin Behbahani, seorang ahli filsafat dan ulama terkenal Iran abad ke-13 Hijriah meninggal dunia. Behbahani pada usia muda telah menuntut ilmu kepada para ulama besar pada zamannya, di antaranya Muhaqqiq Behbahani. Syamsuddin Behbahani adalah seorang ulama berilmu tinggi yang menjalani hidup zuhud. Ia menghabiskanusianya dengan melakukan penelitian dan penulisan. Syamsuddin Behbahani menulis penjelasan yang mendetail atas kitab "Ma'alimul Ushul", dan menulis beberapa risalah di bidang filsafat dan ushuluddin.

15 Ramadhan
Imam Hasan a.s. Lahir

Tanggal 15 Ramadhan tahun ketiga Hijriyyah, Imam Hasan Al-Mujtaba, cucu pertama Rasul saww lahir ke dunia. Beliau hidup di bawah bimbingan Nabi, ibunya Sayidah Fatimah dan ayahnya Imam Ali bin Abi Thalib AS. Setelah ayahnya syahid pada bulan Ramadhan tahun 40 hijriyyah, Imam Hasan AS memegang amanat imamah an kepemimpinan atas umat. Beliau sempat menjabat sebagai khalifah setelah dibaiat oleh para pengikut ayahnya. Saat itu, permusuhan Muawiyah dengan Ali dan keluarganya masih tetap membara. Imam Hasan telah mengerahkan pasukannya untuk berperang melawan Muawiyah. Namun makar busuk dan politik jahat yang dimainkan oleh Muawiyah telah berhasil membuat sejumlah besar pasukan dan komandan militer Imam Hasan meninggalkan beliau seorang diri. Akhirnya putra Ali ini terpaksa menandatangani perjanjian damai dengan Muawiyah. Perjanjian itu sekaligus mengakhiri khilafah beliau. Manusia suci ini pernah mengatakan, "Aku heran dengan orang yang memikirkan makanan jasmaninya tetapi melalaikan makanan ruhaninya."

Abu Bakar Kharazmi Wafat
Tanggal 15 Ramadhan tahun 383 hijriyyah,Abu Bakar Muhammad bin Abbas Kharazmi, ilmuan dan sastrawan muslim terkenal wafat di kota Neisyabur, Iran. Kharazmi dikenal memiliki hafalan yang kuat dan telah menghafal banyak syair dan sejarah Arab. Salah satu karya yang ditinggalkannya di bidang sastra adalah kitab Al-Rasail.


Zainuddin bin Ali meninggal Dunia
Tanggal 15 Ramadhan tahun 965 hijriyyah, Zainuddin bin Ali, seorang ulama besar fiqih dalam sejarah Islam meninggal dunia. Beliau yang dikenal dengan sebutan Syahid Tsani atau syahid kedua lahir pada tahun 911. Setelah menimba ilmu dari ayahnya, beliau melanjutkan pendidikan agamanya dengan berguru kepada para ulama besar saat itu. Selain menguasi ilmu fiqih beliau juga mendalami ilmu Hadis, Mantiq, dan Filsafat.
Kebesaran Syahid Tsani telah membuat iri musuh-musuhnya yang lantas merencanakan pembunuhan atas diri beliau. Syahid Tsani meninggalkan sekitar 70 karya penulisan. Karya-karyanya yang terkenal antara lain adalah, Al-Raudhah Al-Bahiyyah yang merupakan syarah dari kitab Al-Lum'ah Al-DImasyqiyyah karya Syahid Awwal, juga kitab Munyah Al-Murid, Masalik Al-Afham dan Al-Mabda' wa Al-Ma'ad.

16 Ramadhan
Isra Mi'raj Rasulullah SAWW

Tanggal 16 Ramadhan setahun sebelum Hijrah, Rasulullah SAWW atas perintah Allah, melakukan perjalanan Isra Mi'raj. Isra' Mi'raj adalah perjalanan dari Mekah ke Baitul Maqdis dan kemudian, dari Baitul Maqdis, Rasulullah naik ke langit. Atas kekuasaan Allah SWT, semua perjalanan ini dilakukan Rasulullah hanya dalam satu malam.
Mu'jizat besar yang dimiliki Rasulullah ini tercatat dalam Al-Quran surat Al-Isra' ayat 1 yang artinya, "Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." Dalam perjalanan Isra' Mi'raj ini, Rasulullah menyaksikan berbagai rahasia Allah dan kehidupan di alam akhirat. "

Ibnu Zamlakani Meninggal Dunia
Tanggal 16 Ramadhan 727 H, Ibnu Zamlakani, fakih, muhadis dan sastrawan terkenal Damaskus meninggal dunia. Dia mempelajari ilmu pengetahuan dari berbagai ustad dan ulama serta sangat menekuni ilmu pengetahuan agama dan hadis. Sewaktu usianya mencapai 20 tahun, dia telah mendapat ijin untuk mengeluarkan fatwa. Di samping kesibukkannya bekerja sebagai hakim, dia juga meneruskan studinya dan mengajar di banyak sekolah di Damaskus. Di antara buku karya tulisan Ibnu Zamkalani ialah Al-Burhan Al-Kasyif an Azaz Al-Quran.


Taqiyuddin Makrizi Meninggal Dunia
Tanggal 16 Ramadhan 845 H, Taqiyuddin Abul Abbas Makrizi cendikiawan dan sejarawan terkenal muslim meninggal dunia. Dia lahir di Kairo dan melakukan kunjungan ke berbagai kota besar dunia Islam untuk melanjutkan pelajarannya dan menguasai berbagai ilmu agama. Dia juga pernah tinggal di Kairo untuk beberapa waktu dan bekerja sebagai hakim. Makrizi amat meminati ilmu sejarah dan dalam bidang ini dia telah menulis beberapa buku diantaranya ialah Al-Suluk Li-ma'rifah Al-Muluk berkaitan dengan sejarah Mesir.

17 Ramadhan
Peristiwa Perang Badar

Tanggal 17 Ramadhan tahun ke-2 Hijriah, terjadi Perang Badar, salah satu perang termasyhur di zaman Rasulullah SAWW. Badar adalah nama sumur yang terletak 120 kilometer di barat daya Madinah. Dalam perang ini, jumlah pasukan musyrikin adalah 920 orang, sementara pasukan muslim hanya sebanyak 313 dengan senjata dan fasilitas yang sangat terbatas. Meskipun demikian, dengan berbekal keimanan, pasukan muslimin berhasil menang. Kemenangan di Perang Badar ini tercatat dalam Al-Quran surat Ali Imran ayat 123, yang artinya, "Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar , padahal kamu adalah orang-orang yang lemah . Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya."

Amir Na`iy Lahir
Tanggal 17 Ramadhan 844 Hijriah, Amir Alishiir Nawa'iy, seorang penulis dan penyair terkenal Iran, terlahir ke dunia. Dia meninggalkan banyak karya legendaris, di antaranya berjudul "Farhad dan Shirin", "Laila dan Majnun", "Kisah Syekh San'an" dan "Bendungan Iskandar".
Selain itu, dia menulis syair dalam bahasa Turki yang dikumpulkan dalam buku "Nawaiy" dan syair-syairnya dalam bahasa Persia dikumpulkan dalam buku "Fanaiy". Amir Alishiir Nawa'iy meninggal dunia pada tahun 906 Hijriah, pada usia 62 tahun.

Fadhil Sirbayani Wafat
Tanggal 17 Ramadhan 1322 Hijriah, Fadhil Shirbayani, salah seorang marji' besar abad ke-14 Hijriah, meninggal dunia. Marji' adalah ulama yang menjadi rujukan dan berhak memberikan fatwa dalam berbagai masalah fiqih. Fadhil Shirbayani menguasai ilmu istinbat hukum fiqih, ilmu tafsir, dan hadis. Beliau selama beberapa waktu tinggal di Azerbaijan dan Kaukasus untuk membimbing kaum muslimin di kawasan itu. Karya Fadhil Shirbayani yang terkenal adalah buku penjelasan dari kitab "Rasail wa Makasib Syaikh Murtadha Anshari" yang ditulisnya dalam 9 jilid.

18 Ramadhan
Azhim Khan Qarib Lahir

Tanggal 18 Ramadhan 1296 Hijriah, Mirza Abdul Adzim Khan Qarib, sastrawan dan peneliti terkemuka Iran, terlahir ke dunia di kota Gurgan, Iran utara. Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, dia melakukan penelitian di bidang sharf, nahwu, manthiq, matematika, dan sastra, sampai akhirnya menjadi ahli di bidang sastra.
Mirza Qarib banyak menulis buku-buku yang bertujuan untuk mengembangkan dan memperkenalkan bahasa dan sastra Persia, di antaranya berjudul "Qawaid Farsi", yang berisi tata bahasa Persia. Bukunya yang lain berjudul "Bidayatul Adab, Fawaidul Adab", yang memuat karya-karya sastra terbaik Iran dan penjelasan terhadapnya. Selain itu, Mirza Qarib juga melakukan pengoreksian atas teks-teks sastra besar seperti Gulistan dan Bustan karya Sa'di.

19 Ramadhan
Pukulan Pedang terhadap Imam Ali a.s.

Tanggal 19 Ramadhan tahun 40 Hijriah, Ali bin Abi Thalib a.s., menantu, sepupu, dan orang terdekat Rasululalh SAWW, ketika sedang melaksanakan shalat di Masjid Kufah, dipukul dengan pedang yang dilumuri racun oleh seseorang bernama Abdurahman bin Muljam Al-Muradi. Kepala Imam Ali terluka parah akibat pukulan ini dan tiga hari kemudian, beliau gugur syahid. Setelah Rasululah SAWW, Ali a.s. adalah orang yang paling besar keberanian, iman, dan zuhudnya, serta paling tinggi ilmu dan keadilannya, dan paling mulia akhlaknya dalam sejarah Islam. Ali dibesarkan dan dididik dengan nilai-nilai Ilahiah oleh Rasulullah SAWW. Dia memeluk Islam sejak masa kanak-kanaknya dan merupakan lelaki pertama yang memeluk agama Ilahi ini. Dia selalu mendampingi Rasulullah di dalam menjalankan dakwah Islam dan selalu hadir membela Rsulullah dalam berbagai peperangan melawan kaum musyrikin. Selain itu, Imam Ali a.s. dikenal berhati lembut dan amat menyayangi anak-anak yatim.
Imam Ali adalah seorang pemimpin yang sangat adil, sampai-sampai beliau pernah bersabda, "Demi Allah, biarpun aku harus dibaringkan dengan tanpa pakaian di atas duri-duri padang pasir atau diseret dengan rantai di atas tanah, semua itu lebih baik bagiku daripada aku harus menghadap Allah dan rasul-Nya dalam keadaan aku pernah menzalimi hamba-hamba-Nya."

Jamshid Kashani Wafat
Tanggal 19 Ramadhan 832 Hijriah, Ghiyatsuddin Jamshid Khashani, matematikawan dan ahli astronomi terkenal Iran, meninggal dunia. Dia merupakan penemu banyak alat-alat untuk obeservatorium. Kemahirannya dalam ilmu matematika sedemikian tinggi, hingga dia marumuskan perbandingan dari keliling terhadap garis tengah lingkaran. Jamshid Kashani adalah matematikawan pertama yang meletakkan pecahan desimal. Ilmuwan Iran ini meninggalkan karya-karya penting di bidang matematika dan astronomi, di antaranya berjudul "Kunci Penghitungan" dan "Risalah Alat-Alat Observatorium".

20 Ramadhan
Peristiwa Fathu Makkah oleh Pasukan Muslimin

Tanggal 20 Ramadhan tahun kedelapan Hijriyyah, tentara muslimin yang berjumlah 10 ribu orang dan dipimpin langsung oleh Rasulullah SAWW berhasil menaklukkan kota Mekkah. Aksi penalukkan yang kemudian dikenal dengan nama Fathu Makkah itu dilakukan kaum muslimin menyusul pelanggaran kaum musyrikin Quraisy atas perjanjian Hudaibiyyah yang disepakati oleh kedua belah pihak dua tahun sebelumnya. Setelah terjadinya penaklukkan atas kota Mekah, Rasulullah memberikan jaminan keamanan kepada warga setempat meskipun sebelumnya, mereka adalah penentang keras ajaran Islam dan bahkan merekalah yang dulunya menyiksa kaum muslimin sebelum hijrah ke Madinah. Pada hari yang sama, seluruh patung yang berada di sekitar Kabah dihancurkan. Kemenangan gemilang kaum muslimin yang diperoleh tanpa pertumpahan darah itu tercatat abadi dalam Al-Quran surat An-Nashr.

Ibnu Sa'iy Lahir
Tanggal 20 Ramadhan tahun 674 Hijriah, Ibnu Sa'iy, seorang sastrawan dan sejarawan muslim, terlahir ke dunia di kota Bagdad. Selama bertahun-tahun, Ibnu Sa'iy menjadi pustakawan di Madrasah Nizhamiyah, sebuah pusat pendidikan terkemuka di Bagdad pada masa itu. Setelah jatuhnya Bagdad ke tangan pasukan Mongol, oleh Nashirudin Thusi, ulama terkenal masa itu, Ibnu Sa'iy ditunjuk sebagai pengawas perpustakaan-perpustakaan di Bagdad.
Ibnu Sa'iy banyak menulis buku-buku sejarah yang kemudian menjadi bahan rujukan para penulis zaman berikutnya, terutama buku-bukunya seputar sejarah penguasa Dinasti Abbasiah. Di antara buku karya Ibnu Sa'iy berjudul "Akhbarul Khulafa'".

21 Ramadhan
Ali bin Abi Thalib a.s., Gugur Syahid

Tanggal 21 Ramadhan tahun 40 Hijriah, Ali bin Abi Thalib a.s., gugur syahid. Imam Ali a.s. adalah salah satu Ahlul Bait dan khalifah penerus risalah rasulullah SAWW. Dua hari sebelum gugurnya beliau, di saat sedang menunaikan sholat subuh di Masjid Kufah, seorang khawarij bernama Ibnu Muljam mengayungkan pedangnya dan melukai kepala suci Imam Ali a.s. Selama dua hari, Imam Ali terbaring sakit akibat lukanya yang amat parah dan pada tanggal 21 Ramadhan, beliau berpulang ke rahmatullah.
Gugurnya Imam Ali a.s. memberikan pukulan besar bagi Islam dan kaum muslimin. Beliau adalah seorang khalifah yang sangat mulia, memimpin pemerintahan Islam dengan penuh keadilan, dan menjadi orang terdepan dalam melawan kezaliman. Kemuliaan Imam Ali bisa dilihat dalam catatan khutbah-khutbah beliau yang terkumpul dalam Nahjul Balaghah. Ucapan-ucapan Imam Ali selalu penuh hikmah, panduan akhlak, dan makrifat irfani.
Di antara isi Nahjul Balaghah adalah wasiat Imam Ali a.s kepada putra-putranya, sbb. "Kalian dan keluargaku, serta siapa saja yang mendengar pesanku ini, aku mewasiatkan agar selalu bertakwa dan disiplin dalam setiap pekerjaan kalian. Peliharalah anak-anak yatim, berbuat baiklah kepada tetangga, sebagaimana yang dulu juga dipesankan oleh Rasulullah sampai-sampai beliau mengira para tetangga akan saling mewarisi. Janganlah menjauh dari Al-Quran dan jangan biarkan orang lain mendahului kalian dalam mengamalkan Al-Quran. Dirikanlah sholat dengan sebaik-baiknya karena sholat adalah tiang agama."

Syaikh Hurr Al-Amili Wafat
Tanggal 21 Ramadhan 1104 Hijriah, Syaikh Hurr Al-Amili, seorang ulama dan ahli hadis terkenal Libanon, meninggal dunia. Beliau dilahirkan pada tahun 1033 dan hingga usia 40 tahun, beliau menuntut ilmu dari ulama-ulama Libanon. Setelah itu, Syeikh Hurr Al-Amili pergi ke kota Mashad, Iran dan di sana beliau mengajar agama dan menjadi hakim selama 24 tahun. Karya tulis terpenting Syeikh Amili adalah "Wasailus-Syiah" yang menjadi salah satu rujukan utama dalam bidang fiqih dan hadis. Karya lain beliau berjudul Al-Jawahirus Saniyyah fil Ahaditsil Qudsiyyah".

22 Ramadhan
Ibnu Majah Wafat

Tanggal 22 Ramadhan tahun 273 Hijriah, Ibnu Majah, ahli hadis dan tafsir terkenal muslim, meninggal dunia. Beliau dilahirkan di kota Qazvin, Iran pada tahun 209 Hijriah. Untuk mempelajari ilmu-ilmu Islam, beliau melakukan perjalanan ke berbagai negara. Setelah menuntut ilmu, Ibnu Majah menulis buku terkenalnya yang berjudul Sunan Ibnu Majah yang merupakan salah satu dari "Kitab Enam" yang diakui di kalangan Ahlus-Sunnah. Karya lain Ibnu Majah adalah "Tafsir Quran" dan "Sejarah Qazvin".

Haji Abdul Husain Tehrani
Tanggal 22 Ramadhan 1286, Haji Abdul Husain Tehrani, yang terkenal dengan nama Syaikhul Iraqain, salah seorang ulama terkemuka Iran, meninggal dunia. Selain dikenal menguasai bidang fiqih, hadis, dan tafsir Quran, Syaikhul Iraqain juga dikenal sebagai pribadi yang hidup zuhud. Beliau menulis banyak buku dan memiliki koleksi buku yang sangat banyak di perpustakaanya. Setelah wafatnya, perpustakaan besar tersebut diwakafkan untuk dimanfaatkan oleh para peneliti.

23 Ramadhan
Ahmad bin Thulun Lahir

Tanggal 23 Ramadhan 220 Hijriah, Ahmad bin Thulun, pendiri dinasti Thulun yang berkuasa di Mesir dan Syria pada abad ke-3 Hijriah, terlahir ke dunia. Dinasti Thulun adalah dinasti kesultanan Mesir pertama dan berhasil memasukkan Syria ke dalam wilayah kekuasaannya.
Awal garis keturunan Thulun adalah seorang budak yang dihadiahkan kepada Khalifah Ma'mun dari Dinasti Abbasiah oleh seorang penguasa dari Bukhara. Putra Thulun, yaitu Ahmad bin Thulun mendirikan dinasti raja-raja yang berkuasa di Mesir dan Syria dari tahun 254 hingga 292 Hijriah.

24 Ramadhan
Quthbuddin Shirazi Wafat

Tanggal 24 Ramadhan 710 Hijriah, Quthbuddin Shirazi, dokter, ahli matematika, fisikawan, astronom, dan filsuf besar Iran, meninggal dunia di kota Tabriz. Dia adalah salah satu murid Nashiruddin Thusi, ulama terkemuka pada zaman itu. Quthbuddin adalah orang pertama yang meneliti fenomena pembentukan pelangi dan berhasil menemukan penafsiran ilmiah atas fenomena tersebut.
Quthbuddin Shirazi juga aktif sebagai dokter dan bertahun-tahun bekerja di rumah sakit Shiraz, Iran selatan. Dia banyak menulis buku di bidang kedokteran, hikmah, matematika, dan astronomi . Di antara karya-karyanya adalah buku berjudul Penjelasan Atas Buku "Qaanun" Ibnu Sina dan Observasi Akhir dalam Astronomi.

25 Ramadhan
Ibnu Athiyyah Wafat

Tanggal 25 Ramadhan 541 Hijriah, Ibnu Athiyah, seorang ulama hadis dan tafsir terkenal asal Andalusia, meninggal dunia. Dia berasal dari keluarga berpendidikan dan hampir semua anggota keluarga itu adalah ilmuwan dan sastrawan. Meskipun Ibnu Athiyah terkenal sebagai ahli tafsir dan hadis, namun banyak penulis sejarah yang mencatat bahwa dia juga menguasai ilmu fiqih, ushul fiqih, dan sastra. Karya terpenting Ibnu Athiyah adalah kitab tafsir dengan mukadimah yang dianggap sebagai karya terbaik dalam ilmu Quran. Karya lain Ibnu Athiyah berjudul "Al-Barnamij".

Fakhrur Razi Lahir
Tanggal 25 Ramadhan 544 Hijriah, Fakhrur-Razi, yang terkenal dengan nama Ibnu Al-Khatib, ulama dan filsuf terkemuka asal Iran, terlahir ke dunia di kota Rey. Dia menguasai sebagian besar ilmu yang berkembang pada zaman itu dan banyak melakukan penelitian di berbagai bidang ilmu. Dia pun dikenal sebagai teolog terkemuka di zamannya. Karena penguasaannya di berbagai bidang ilmu, Fakhrur-Razi berhasil menyusun berbagai buku kritik dan penelitian atas karya-karya ilmuwan di zaman itu. Karya-karya Fakhrur-Razi di antaranya berjudul "Tibb Al-Kabir" dan "Asrarut-Tanzil". Karyanya yang paling terkenal adalah ensiklopedia ilmu-ilmu yang berkembang di zamannya, yaitu berjudul "Talkhis Asy-Syifa".

26 Ramadhan
Muhamad khunsari Wafat

Tanggal 26 Ramadhan 1125 Hijriah, Muhammad Khunsari yang dikenal dengan Jamaluddin, salah seorang ulama besar Iran abad ke 11 dan 12 Hijriah, meninggal dunia. Dia dilahirkan dalam keluarga relijius dan pencinta ilmu, di kota Isfahan. Dia menguasai ilmu-ilmu di bidang logika, filsafat, teologi, fiqih, ushul fiqih, dan tafsir. Berbekal pengetahuannnya yang luas tersebut, Jamaluddin menulis buku penjelasan atas kitab "Al-Syifa" dan "Al-Isyarat" karya Ibnu Sina serta kitab "Syarah Lum'ah", "Al-Tahzib", dan "Mukhtasarul Ushul".

27 Ramadhan
Ibnu Arabi Lahir

Tanggal 27 Ramadhan tahun 560 Hijriyah, Muhyiddin Abukabar bin Muhammad yang dikenal dengan nama Ibnu Arabi ilmuwan dan sufi besar Muslim, terlahir ke dunia di Andalusia. Sejak berusia delapan tahun Ibnu Arabi telah belajar Al-Qur'an, fiqih dan hadis. Menginjak usia remaja, beliau mulai terjun ke dunia irfan dan penyucian jiwa. Untuk melanjutkan pendidikannya, Ibnu Arabi melakukan perjalanan ke berbagai negeri muslim. Sejak tahun 620 hijriyyah beliau menetap di Damaskus serta menyibukkan diri dengan aktifitas mengajar dan menulis buku. Kitab Al-Futuhat Al-Makkiyyah, Fushushul Hikam, dan kitab Al-Mabadi wa Al-Ghayat adalah tiga karya beliau yang terkenal. Ibnu Arabi wafat tahun 638 hijriyyah di Damaskus.

Shahib Ma'alim Lahir
Tanggal 27 Ramadhan tahun 959 Hijriyah, Hasan bin Zainuddin, yang lebih dikenal dengan gelar Shahib Ma'alim, terlahir ke dunia di Jabal Amil, Libanon. Sama seperti ayahnya, Syahid Tsani, Shahib Ma'alim juga dikenal sebagai ulama daan faqih besar abad 10 hijriyyah. Beliau menimba ilmu di kota Najaf Al-Asyraf Irak. Sekembalinya dari Irak, Hasan bin Zainuddin yang telah menguasai berbagai ilmu seperti fiqih, ushul fiqh, mantiq dan matematika, mendedikasikan waktunya untuk mengajar dan mendidik murid-muridnya. Hasan bin Zainuddin wafat tahun 1011 hijriyyah. Salah satu karya besar yang beliau tinggalkan adalah Kitab "Ma'alimud Din".

Allamah Majlisi Wafat
Tanggal 27 Ramadhan 1110 Hijriyah, Allamah Muhammad Baqir Al-Majlisi meninggal dunia. Beliau dikenal sebagai ulama besar yang mendedikasikan waktunya untuk mengajar dan mengumpulkan hadis. Allamah Majlisi meninggalkan banyak karya yang diperkirakan mencapai 600 jilid buku. Kitab Biharul Anwar adalah karya terbesar yang ditulis Allamah Majlisi selama bertahun-tahun. Karya lain beliau yang terkenal adalah kitab Zadul Maad, Hayatul Qulub, dan Ainul Hayat.

28 Ramadhan
Abu Mash'ar Balkhi Wafat

Tanggal 28 Ramadhan tahun 272 Hijriah, Abu Mash'ar Balkhi, ahli astronomi dan ahli ilmu hadis asal Iran, meninggal dunia . Abu Mash'ar pada awal abad ke-3 Hijriah pergi ke Bagdad untuk mempelajari ilmu astronomi dan di sana ia mempelajari berbagai sumber ilmu dalam bahasa Yunani, Suryani, India, dan Arab. Dalam pandangan Abu Mash'ar, segala fenomena di alam ini, termasuk astronomi, bersumber dari Tuhan. Di antara karya-karya Abu Mash'ar berjudul "Al-Madkhal Al-Kabir" dan "Al-Mawalid Ash-Shagirah".

29 Ramadhan
Ibnu Furat Meninggal Dunia

Tanggal 29 Ramadhan tahun 807 Hijriah, Ibnu Furat, seorang sejarawan dan ahli fiqih asal Mesir, meninggal dunia di kota Kairo. Dia dilahirkan di kota yang sama pada tahun 735 Hijriah dan sejak masa remaja telah mulai menelaah berbagai bidang ilmu. Keistimewaan Ibnu Furat adalah kecintaannya pada bidang sejarah.
Di antara karya-karya Ibnu Furat yang terpenting adalah kitab berjudul "Tarikhud-Duwal Wal Muluk", yang juga dikenal dengan nama "Sejarah Ibnu Furat". Di dalam kitab ini. ia menuliskan berbagai kejadian di abad ke-6 dan 7 Hijriah secara berurutan dari tahun ke tahun dan di tiap akhir tahun, ia menuliskan nama-nama pembesar yang meninggal di tahun itu. Karya ibnu Furat lainnya berjudul "Asma'us Shahabah" dan "Tarikh Al-Ibad wal Bilad".

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar