Jumat, 15 Januari 2010

Bulan Jumadits-Tsani

1 Jumadits-Tsani
Ayatullah Zanjani Meninggal

1 Jumadits-Tsani 1360 Hijriah, Ayatullah Zanjani, seorang ulama besar muslim, meninggal dunia pada usia 51 tahun. Beliau dilahirkan di kota Zanjan dan sejak muda telah mulai menuntut ilmu-ilmu agama, serta ilmu sastra, filsafat, dan teologi. Ayatullah Zanjani kemudian melanjutkan pendidikannya ke hauzah ilmiah di kota Najaf, Irak hingga mencapai derajat mujtahid.
Seusai menempuh pendidikan di Najaf, Ayatullah Zanjani melakukan perjalanan ke Mekah, Palestina, Suriah, dan Mesir dengan tujuan untuk berdakwah dan melakukan penelitian. Karya-karya penulisan yang ditinggalkan Ayatullah Zanjani antara lain berjudul Tarikhul Qura" dan Adzimat Husain ibni Ali a.s.

2 Jumadits-Tsani
Harun Al-Rasyid Meninggal

2 Jumadits-Tsani 193 Hijriah, Harun Al-Rasyid, salah seorang khalifah dari Bani Abbasiah, meninggal dunia. Harun Al-Rasyid meraih kekuasaan pada tahun 170 Hijriah. Pada awalnya, Al-Rasyid banyak dipengaruhi oleh ibunya, dan sepeninggal ibunya, Al-Rasydi mengangkat Yahya Barmaki sebagai perdana menteri. Sejak saat itu, kekuasaan secara de facto berada di bawah pengaruh perdana menterinya tersebut.
Sepanjang masa kekuasaannya, Harun Al-Rasyid banyak membunuh atau memenjarakan Ahlul Bait atau keturunan Rasulullah serta para pendukung mereka. Di antara korban kekejaman Harun Al-Rasyid adalah Imam Musa Kadzim a.s. yang dipenjara selama bertahun-tahun sampai akhirnya gugur syahid di dalam penjara. Harun Al-Rasyid tewas terbunuh di saat ia berada di Khurasan, Iran, untuk membasmi gerakan pemberontakan kaum muslimin.

3 Jumadits-Tsani
Fathimah Az-Zahra Gugur Syahid

Tanggal 3 Jumadits-Tsani tahun 11 Hijriah, Sayyidah Fathimah Az-Zahra (s.a), putri Rasulullah SAWW, gugur syahid dalam usia 18 tahun. Sayyidah Zahra lahir ke dunia lima tahun setelah Muhammad SAWW diangkat sebagai Rasul. Ketika ibunda Fahimah a.s., yaitu Khadijah wafat, beliau menjadi pendamping setia Rasulullah dalam penyebaran ajaran Islam sampai-sampai dijuluki sebagai ummu abiiha atau "ibu dari ayahnya".
Di bawah bimbingan ayah beliau, Sayyidah Fathimah mencapai keilmuan dan ketakwaan yang sangat tinggi. Sayyidah Fathimah dikenal sebagai seorang perempuan yang tekun beribadah, penyabar, serta suka bersedekah. Salah satu di antara wasiat fathimah Az-Zahra (s.a.) adalah sbb., "Orang yang beriman kepada Allah dan hari kiamat haruslah berkata-kata yang baik atau diam, karena Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik dan bertakwa serta membenci orang-orang yang buruk dalam berkata-kata."

Sayyid Hasan Mudaris Meninggal dunia
Tanggal 3 Jumadits-Tsani tahun 1273 Hijriah, Mir Sayyid Hasan Mudaris Isfahani, seorang ulama dan peneliti muslim Iran, meninggal dunia pada usianya yang ke 63 tahun. Beliau dilahirkan pada tahun 1210 Hijirah di Isfahan, Iran. Beliau kemudian belajar ilmu-ilmu agama kepada ustad-ustad terkenal pada zaman itu dan kemudian mengajar di tanah kelahirannya. Sayid Isfahani kemudian menjadi ulama dan peneliti berilmu tinggi sehingga banyak ulama dan peneliti yang datang ke Isfahan untuk belajar kepada beliau. Salah satu karya beliau adalah Jawai'ul Kalam. Beliau juga menulis mengenai kitab terkenal Ibnu Sina, yaitu Asy-Shifa'.

4 Jumadits-Tsani
Ibnu Sa'ad Waqidi Meninggal

Tanggal 4 Jumadits-Tsani tahun 230 Hijriah, Ibnu Sa'ad Waqidi, seorang ahli hadis dan sejarawan termasyhur Irak, meninggal dunia. Ibnu Sa'ad Waqidi merupakan murid dari Muhammad bin Umar Waqidi, sejarawan terkemuka pada masa itu. Ibnu Sa'ad banyak menulis kitab-kitab sejarah, namun yang paling membuatnya terkenal adalah buku sejarah berjudul At-Thabaqatul Kabir. Buku ini berisi penjelasan mengenai kehidupan Rasulullah SAWW beserta para sahabat dan para ulama Islam.

5 Jumadits-Tsani
Ibnu Qadamah Muqaddasi Meninggal

Tanggal 5 Jumadits-Tsani tahun 620 Hijriah, Ibnu Qadamah Muqaddasi, seorang ulama fiqih dan ahli hadits terkenal meninggal dunia di kota Damaskus, Suriah. Dasar-dasar ilmu keagamaannya ia pelajari di Damaskus. Setelah itu, ia melanjutkan masa ke Baghdad, Irak. Selama hidupnya, Muqaddasi berhasil menyusun sejumlah kitab. Di antara karyanya yang terkenal adalah buku "Raudhatun Nazhir" yang berisikan pelajaran ilmu ushul fiqih.


Jalaluddin Rumi Wafat
Tanggal 5 Jumadits-Tsani tahun 672 hijriah, Maulana Jalaluddin Muhamad Balkhi, yang lebih dikenal dengan nama Maulawi atau Rumi, meninggal dunia di kota Qaunie, yang kini termasuk ke dalam wilayah Turki. Rumi adalah penyair paling legendaris dunia Islam abad ketujuh hijriah. Kemampuannya dalam menyusun kata-kata syair, serta makna irfani yang terkandung dalam bait-bait syairnya, hingga kini masih menjadi bahan penelaahan para kritikus sastra dunia.
Rumi dilahirkan tahun 604 hijriah di kota Balkh, Afghanistan utara. Kemudian, saat ia mulai menanjak usia remaja, Rumi bersama ayahnya pergi menuju Qaunie. Di kota itulah ayahandanya wafat. Rumi kemudian pergi menuju Damaskus dan Halab untuk menuntut ilmu-ilmu agama. Setelah merasa cukup, Rumi kembali ke Qaunie untuk mengajarkan apa yang pernah dipelajarinya. Beberapa tahun kemudian, Rumi bertemu dengan Syams Tabrizi, sufi paling terkenal saat itu. Perjumpaannya dengan Syams Tabrizi itu ternyata menimbulkan revolusi besar dalam jiwanya. Ia kemudian melakukan kehidupan zuhud dalam rangka pembersihan jiwa dan mulai menulis syair-syair berbahasa Persia yang berisikan hikmah dan ajaran-ajaran sufistik.

6 Jumadits Tsani
Dimulainya Petualangan Tujuh Tahun Nasir Khosrou

Tanggal 6 Jumadits Tsani tahun 437 hijriah, Nasir Khosrou Qubadiani, penyair dan penulis terkenal Iran memulai petualangan tujuh tahunnya ke berbagai kawasan Timur Tengah dan Mediterania. Khosrou melakukan perjalanan ke jazirah Arab, Mesir, Irak, dan Roma. Hasil petualangannya itu ia tuliskan ke dalam sebuah buku sastra terkenal berjudul "Safar Nameh" yang artinya catatan perjalanan.
Buku ini kemudian menjadi terkenal dan dianggap penting karena sejumlah alasan. Pertama, dari sisi bahasa, kitab Safar Nameh diakui memiliki kualitas yang sangat hebat. Kemudian, karena Safar Nameh berisikan catatan perjalanan seorang yang jenius seperti Khosrou, maka di dalam buku itu terdapat keterangan-keterangan antropologis penting mengenai budaya, bahasa, dan keyakinan masyarakat di tempat-tempat yang dikunjungi oleh Khosr.

7 Jumadits-Tsani
Ainul Qudhaat Hamedani Gugur Syahid

Tanggal 7 Jumadits-Tsani tahun 525 Hijriah, Ainul Qudhaat Hamedani, seorang ulama besar asal Hamedan Iran, digantung oleh rezim yang berkuasa saat itu, sehingga gugur syahid. Ainul Qudhaat Hamedani yang dikenal pula dengan julukan Abul Fudhail, dilahirkan pada tahun 492 Hijriah dan sepanjang hidupnya, beliau tidak pernah ragu-ragu dalam menyampaikan kebenaran Islam. Akibat sikapnya tersebut pula, Ainul Qudhaat Hamedani ditangkap oleh pemerintah dan dipenjarakan di Bagdad, Irak.
Namun kemudian, beliau dipulangkan ke kota Hamedan dan kemudian dihukum gantung di samping madrasahnya sendiri. Ainul Qudhaat Hamedani meninggalkan beberapa karya penulisan di antaranya berjudul Tamhidaat dan Haqaiqul Quran.

Baha'ud Din Meninggal dunia
Tanggal 7 Jumadits-Tsani 643 H, Baha'ud-Din Abul-Abbas, makruf dipanggil ‘Qadhi-e Asraf', ilmuan Mesir, meninggal dunia di Kairo. Sebagaimana bapaknya, Qadhi-e Fadhil, Ia pun bekerja sebagai seorang qadhi di Mesri. Qadhi-e Sharfi dikenal amat cerdas. Gaya penulisannya cendrung mengikuti gaya tulis bapaknya. Ia begitu gemar mendengarkan hadis dari para pakar hadis di zamannya, dan begitu berminat dalam mengumpulkan hadis-hadis terpecaya. Salah satu karyanya yang masih tersisa hingga saat ini adalah sebuah buku tulisan tangan berisi himpunan hadis yang ia kumpulkan sendiri.

8 Jumadits-Tsani
Ibnu Yamin Meninggal Dunia

Tanggal 8 Jumadits-Tsani 769 H, Ibnu Yamin Fariumadi, pujangga besar Iran abad ke 8 H meninggal dunia. Dia dilahirkan pada tahun 685 H. Kemasyhuran Ibnu Yamin lebih banyak dikarenakan oleh muatan puisi-puisinya yang mendidik, namun tetap menyuratkan kesederhanaan dan mudah untuk dipahami. Ibnu Yamin meninggalkan sebuah antologi puisi yang berisi 10 ribu bait syair dari beragam bentuk puisi. Dia dikenal begitu piawai dalam melantunkan Qasideh, Qathe'eh, dan Ghazal.

Ayatullah Amili Meninggal
Tanggal 8 Jumadits-Tsani 1377 Hijriah, Ayatullah Sayyid Abdul Husain Syarafuddin Amili, seorang tokoh ulama besar muslim, meninggal dunia. Beliau dilahirkan pada tahun 1290 Hijriah di kota Kadzimain, Irak dan setelah menyelesaikan pendidikannya, Ayatullah Amili pergi ke kawasan Jabal Amil di Lebanon untuk menyebarkan ajaran Islam. Sepanjang hidupnya, Ayatullah Amili selalu menyerukan persatuan kaum muslimin sedunia. Beliau juga banyak meninggalkan karya penulisan.

9 Jumadits-Tsani
Ibnu Farah Ashbili Wafat

Tanggal 9 Jumadits Tsani tahun 699 hijrah, Ibnu Farah Ashbili, sastrawan dan ahli hadits terkenal abad 7 hijriah meninggal dunia. Ibnu Farah dilahirkan di Ashbiliah, sebuah desa di kawasan bernama Andalusia, Spanyol selatan. Saat tentara Spanyol menyerang Ashibiliah, Ibnu Farah termasuk di antara warga Ashbili yang ditawan. Akan tetapi, setelah beberapa waktu, Ibnu Farah berhasil melarikan diri dan pergi ke Kairo, Mesir.
Di kota pusat ilmu itu, Ibnu Farah mempelajari ilmu-ilmu agama dari sejumlah ulama terkenal saat itu. Kemudian, Ibu Farah hijrah ke Damaskus, Suriah untuk melanjutkan studinya. Setelah selesai menamatkan pelajarannya, Ibnu Farah menetap di Damaskus dan mengajar ilmu hadits di kota itu. Ibnu Farah meninggalkan karya tulis yang sangat berharga buat kaum muslimin berupa kumpulan penjelasan atas hadits-hadits Nabi. Karya tulisnya ini juga dikenal memiliki nilai sastra yang sangat tinggi.

10 Jumadits-Tsani
Aththar Naishaburi Tewas

Tanggal 10 Jumadits Tsani tahun 618 hijriah, Fariruddin Aththar Naishaburi, penyair dan sufi terkenal Iran tewas oleh pasukan Mongol yang menyerang kawasan Iran. Aththar terlahir ke dunia sekitar tahun 540 hijriah. Setelah ayahandanya meninggal dunia, Aththar meneruskan profesi ayahnya sebagai penjual obat-obatan.
Kecerdasaan Aththar membuatnya mampu menjadi seorang dokter hanya dengan mempelajari secara otodidak masalah obat-obatan yang dijualnya. Kekayaan dari hasil menjual obat-obatan dan kemahirannya sebagai dokter membuatnya menjadi orang yang berkecukupan. Akan tetapi, dalam sebuah fase kehidupannya, Aththar mengalami perubahan kondisi kejiwaan secara revolutif.
Untuk itulah ia kemudian meninggalkan profesi dan segala kehidupan duniawinya. Aththar kemudian melakukan perjalanan jauh. Dari Mekah yang berada Jazirah Arab, ia kemudian menyusuri kawasan Ma Wara'an Nahr. Sepanjang perjalanannya tersebut, Aththar bertemu dengan sejumlah ‘urafa terkenal zaman itu.
Segala yang dijumpai sepanjang perjalanan itu ia tuangkan ke dalam tulisan-tulisan yang memiliki makna mendalam serta nilai kesusateraan yang sangat tinggi. Karya paling terkenal Aththar adalah kitab syair berjudul "Mantiquth Thayr". Selain itu, karya Aththar yang lainnya adalah "Tadzkiratul Awliya", "Ilahi Name", "Asrar Name", dan "Mushibat Name".

11 Jumadits-Tsani
Badi'uz-Zaman Hamedani Wafat

Tanggal 11 Jumadits-Tsani tahun 398 hijrah, Badi'uz-Zaman Hamedani, seorang sastrawan dan penyair Iran terkemuka abad ke-4 hijriah, meninggal dunia. Badi'uz-Zaman lahir di kota Hamedan sehingga ketika ia menjadi penyair, ia digelari dengan nama Fadhil Hamedani.
Badi'uz-Zaman menyusun syair-syair yang indah dan penuh makna sehingga ia menjadi terkenal. Karya-karya yang ditinggalkan oleh Badi'uz-Zaman di antaranya berjudul Diwan Asya'ar dan Rasaail Badi'uz-Zaman.

12 Jumadil-Tsani
Abdul Hasan Meninggal Dunia

Tanggal 12 Jumadil-Tsani 643 H, Abdul-Hasan bin Abdus Samad, seorang fakih, ahli bahsa, dan mufassir abad ke 7, meninggal dunia. Ia dilahirkan di Sakha, sebuah wilayah di Mesir. Karena itulah, ia pun terkenal dengan sebutan Sakhawi. Abul-Hasan berhijrah ke Syam untuk memperdalam ilmu pengetahuannya dan tinggal di Damaskus. Masa hidupnya yang aktif, menghasilkan banyak karya di bidang tajwid, Ushuluddin dan Hadis. Beberapa buku seperti Jawahir dan Safarus-Sa'adah merupakan beberapa contoh karya beliau.

Hasan Lahir ke Dunia
Tanggal 12 Jumadil-Tsani 648 H, Hasan bin Dawud Hilli, seorang ilmuan dan pakar hadis terlahir di dunia. Ia sezaman dengan Allamah Hilli, dan salah satu murid dari najmuddin Muhaqqiq Hilli. Terdapat banyak hadis yang dinukil dari beliau. Ia adalah seorang ilmuan yang bijak, dan peneliti yang diakui. Ia pun menjadi begitu terkenal lantaran banyak menulis kitab rijal.

14 Jumadits-Tsani
Abu Hamid Muhammad Gazali Al-Thusi Wafat

Tanggal 14 Jumadits-Tsani tahun 505 Hijriah, Abu Hamid Muhammad Gazali Thusi, yang terkenal dengan nama Imam Muhammad Gazali, ilmuwan dan ahli fiqih besar Iran, meninggal dunia. Gazali mempelajari ilmu fiqih dari Abu Nasr Ismail dan dalam waktu singkat dia berhasil menguasai ilmu tersebut. Pada usianya ke-28 tahun, Gazali telah masuk ke jajaran ulama besar muslim.
Kemasyhuran Gazali membuatnya diundang oleh kerajaan Maliki untuk mengajar di Baghdad. Pada tahun 488 Hijriah, Imam Muhammad Gazali pergi ke Mekah untuk menunaikan haji dan setelah itu, dia tinggal di Baitul Muqaddas. Di akhir usianya, dia kembali ke Iran dan mengajar di negeri kelahirannya itu.Di antara karya-karya Imam Muhammad Gazali adalah "Ihya-u Ulumid-Din" dan "Nasihatul-Muluk"

Ayatullah Mirza Habibullah Rashti Meninggal Dunia
Tanggal 14 Jumadits-Tsani tahun 1312 Hijriah, Ayatullah Mirza Habibullah Rashti, seorang ulama dan marji' besar Islam, meninggal dunia. Beliau meneruskan pelajarannya di Najaf, Irak, dan belajar kepada Syeikh Murtadha Anshari. Secara bertahap, beliau akhirnya menjadi salah satu marji besar di hauzah ilmiah Najaf. Salah satu di antara karya beliau adalah "Badi'ul Afkar".

15 Jumadits-Tsani
Fakhrul Muhaqiqin Wafat

Tanggal 15 Jumadits-Tsani tahun 771 Hijriah, Fakhrul Muhaqiqin, seorang ahli fiqih dan ilmuwan Islam meninggal dunia. Ulama besar ini dilahirkan pada tahun 682 Hijriah. Pendidikan keislamannya didapatkannya dari ayahnya, Allamah Hali dan para ulama lainnya pada zaman itu.
Fakhrul Muhaqqiqin meninggalkan banyak karya tulis, di antaranya "Manbaul asrar", Khasyiatul Irsyad", dan "Tahsilun-Najah".

16 Jumadits-Tsani
Ibnu Darraj Qastalli Wafat

Tanggal 16 Jumadits-Tsani tahun 421 Hijriah,Ibnu Darraj Qastalli, penyair dan penulis terkenal Andalusia meninggal dunia. Ibnu Darraj dilahirkan pada tahun 347 Hijriah. Dia memiliki peran dalam mengembangkan syair Arab di akhir abad ke-4 dan awal abad ke-5 Hijriah.
Dia memperlihatkan aliran baru dalam syair Arab dan syair-syairnya selain bernlai sastra tinggi, juga menjadi sumber terpercaya mengenai kejadian-kejadian di Spanyol pada masa itu.

17 Jumadits-Tsani
Perang Jamal Pecah

Tanggal 17 Jumadits-Tsani tahun 36 Hijriah, terjadi perang antara pasukan Imam Ali a.s. dengan sekelompok kaum muslimin lainnya yang disebut sebagai Perang Jamal. Menurut tulisan sebagian sejarawan, di antaranya Mas'udy, perang ini terjadi karena sekelompok kaum muslimin tidak sanggup lagi menghadapi pemerintahan Imam Ali ynag sangat adil dan mereka ingin merebut kekuasaan dari Imam Ali.
Kelompok tersebut dipimpin oleh Thalhah dan Zubair. Kedua orang ini semula berjanji setia terhadap Imam Ali, namun karena Imam Ali tidak memberi jabatan sesuai yang mereka inginkan, mereka mengingkari janji setia itu. Namun, alasan yang mereka kemukakan dalam melawan Imam Ali adalah demi membalas dendam atas kematian Khalifah Ketiga, Utsman bin Affan.
Thalhah dan Zubair kemudian pergi ke Mekah dan mengumpulkan pasukan dan perlengkapan. Pasukan itu kemudian berangkat menuju Basrah. Imam Ali dan pasukannya juga bersiap mengahdapi pasukan pemberontak ini demi mnghindari fitnah yang lebih besar. Selama beberapa hari, Imam Ali mengajak berunding dan bermusyawarah. Namun, pasukan pemberontak tetap tidak mau menghindari perang. Akhirnya pecahlah perang tersebut dan dimenangkan oleh pasukan Imam Ali a.s.

18 Jumadits-Tsani
Syaikh Murtadha Anshari Wafat

Tanggal 18 Jumadits-Tsani 1281 Hijriah, Syaikh Murtadha Anshari, seorang ahli fikih, pemikir, dan ulama besar dunia Islam, meninggal dunia di Najaf, Irak. Beliau dilahirkan pada tahun 1214 Hijriah di kota Dazful di selatan Iran. Setelah melalui pendidikan dasarnya, beliau melanjutkan belajar ke Irak. Kemudian, karena ketinggian ilmunya, beliau masuk ke jajaran para ulama terkemuka di zaman itu.
Syaikh Anshari meninggalkan berbagai karya tulis, di antaranya "Ar-Rasail" dan "Al-Makasib Al-Muharramah".

Syah Nasirudin Serahkan SDA Iran Kepada Inggris
Tanggal 18 Jumadits-Tsani 1289 Hijriah, Syah Nasirudin dari Dinasti Qajar Iran, menyerahkan hak eksplorasi sumber daya alam Iran kepada Baron Julius Duruitir, seorang tokoh kolonialis Inggris. Hak ini meliputi pengalian bahan tambang, pengambilan hasil hutan, dan pembangunan berbagai fasilitas transportasi dan telekominikasi di seluruh penjuru Iran, seperti rel kereta api, kantor pos, bank, dan saluran telegraf demi kepentingan Inggris.
Rakyat Iran dengan dipimpin para ulama menentang pemberian hak istimewa kepada penjajah ini. Syah kemudian membatalkan pemberian hak eksplorasi sumber daya alam ini. Namun, Syah memberikan hak untuk mendirikan Bank Syah dan hak menerbitkan uang kertas di Iran selama 60 tahun kepada Ruiter.

19 Jumadits-Tsani
Perang Dzaatus-Salasil Berakhir

Tanggal 19 Jumadits-Tsani tahun 8 Hijriah, berakhirlah perang Dzatus-Salasil. Perang ini dimulai karena pasukan musyrikin datang ke Madinah untuk menyerbu kaum muslimin. Rasulullah kemudian mengirim sebuah pasukan muslim untuk menghadang pasukan musyrik tersebut. Namun, ketika mengetahui bahwa pasukan musyrik bersenjata jauh lebih kuat dan lengkap, pasukan ini kembali ke Madinah. Rasul kemudian mengirim pasukan kedua.
Sekali lagi, mereka kembali karena takut melihat persenjataan lawan yang hebat. Akhirnya, Rasul menyuruh Ali bin Abi Tahlib untuk melawan pasukan tersebut. Ali bin Abi Thalib dan pasukannya berhasil mengalahkan kaum musyrikin dan mereka disambut oleh Rasul dengan amat gembira. Banyak sejarawan yang menyatakan bahwa peristiwa ini menjadi sebab turunnya surat Al-Adiyah.

20 Jumadits-Tsani
Fatimah Azzahra as Lahir

Tanggal 20 Jumadits-Tsani tahun ke-8 sebelum Hijriah, Sayyidah Fathimah Az-Zahra putri Nabi Muhammad SAWW, terlahir ke dunia. Beliau dibesarkan dalam bimbingan wahyu dan melewati masa-masa perjuangan menegakkan Islam bersama ayah beliau. Pada tahun ke-2 Hijriah, Sayyidah Fathimah menikah dengan Ali bin Abi Thalib dan sejak saat itu dia melakukan tugas sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, yaitu Imam Hasan, Imam Husain, dan Sayyidah Zainab.
Beliau membesarkan anak-anaknya dengan ajaran iman dan Islam. Dalam kehidupan sosial, beliau juga berperan dengan menyampaikan kebenaran dan teguh membela haknya. Bahkan sampai meninggalnya, yaitu tak lama setelah wafatnya Rasulullah, beliau masih berjuang menegakkan kebenaran.
Fathimah Azzahra adalah teladan wanita sedunia. Di antara nasehat beliau adalah, "Allah menjadikan keimanan sebagai alat untuk membersihkanmu dari kesyirikan, shalat sebagai alat untuk menyucikanmu dari takabur, kepatuhan kepada kami adalah alat untuk mengukuhkan agama, mengakui kepemimpinan kami adalah alat untuk mencegah keterpecahan, dan kecintaan kepada kami adalah sumber dari kehormatan Islam."

Imam Khomeini Lahir
Tanggal 20 Jumadits-Tsani 1320 Hijriah, Imam Ruhullah Musawi Khomeini, pendiri republik Islam Iran, terlahir ke dunia di kota Khomein, di Iran tengah. Beliau mendapatkan pendidikan agama sejak masa kecil dan melanjutkannya ke Qom. Karena kemampuannya yang tinggi, dengan cepat Imam Khomeini mencapai derajat mujtahid. Selain menguasai masalah fiqih, beliau juga ahli di bidang filsafat dan sufisme dan bahkan menciptakan syair-syair sufi. Beliau memulai aktivitas politiknya sejak masih muda namun semakin meningkat sejak tahun 1953. Akibatnya, beliau kemudian dibuang ke Turki, lalu ke Irak.
Selama 14 tahun masa pembuangannya, beliau mampu mendidik murid-murid yang kemudian menjadi tokoh pejuang melawan rezim tiran dan dengan berbagai cara mampu mengungkapkan esensi rezim Syah yang anti agama dan anti rakyat. Akibatnya, rakyat semakin sadar atas kebobrokan rezim Syah dan semakin meningkatkan perlawanan mereka terhadap Syah. Akhirnya, pada tahun 1978, Syah Reza melarikan diri ke luar negeri.
Imam Khomeini pada tahun itu pula kembali ke Iran dan mendirikan Republik Islam Iran. Selama sepuluh tahun beliau memimpin pemerintahan Islam yang menghidupkan nilai-nilai Islam dan menentang campur tangan para imperialis Barat di dunia ketiga. Imam Khomeini menunjukkan kepada dunia sebuah sistem pemerintahan baru dan membuktikan kecemerlangan serta kemampuan Islam untuk menegakkan sebuah pemerintahan yang kuat dan berpihak kepada nilai-nilai kemanusiaan.
Imam Khomeini juga banyak meninggalkan karya tulis, di antaranya "Asrarus-Shalah", "Misbahul Hidayah", dan "Wilayatul Faqih". Kumpulan khutbah dan pesan-pesan beliau tercatat dalam buku "Shahifatun-Nur" yang berjumlah 21 jilid. Kumpulan syair sufi beliau juga telah diterbitkan.

21 Jumadits-Tsani
Muhsin bin Ali Tanukhi Wafat

Tanggal 21 Jumadits-Tsani tahun 384 Hijriah, Muhsin bin Ali Tanukhi, seorang sastrawan dan sejarawan muslim, meinggal dunia pada usia 55 tahun. Dia memiliki kemampuan yang tinggi dalam syair dan sastra. Dalam waktu yang sangat singkat, ia menghasilkan banyak karya sastra. Tanukhi memperlajari ilmu dan agama yang berkembang di zamannya dalam waktu yang singkat. Setelah itu dia bekerja di bidang peradilan.
Di antara karya-karyanya adalah buku "Al-Faraj ba'das-Syiddah" yang berisi kumpulan fakta sejarah dan sosial yang ditulisnya dengan teliti dan gaya penulisannya yang khas.

22 Jumadits-Tsani
Ibnu Hajjaj Meninggal dunia

Tanggal 22 Jumadits-Tsani 391 H, Ibnu Hajjaj, seorang penyair muslim terkenal meninggal dunia. Dia dilahirkan di Baghdad. Sejak masa mudanya, Ibnu Hajjaj banyak menulis syair dan melantunkannya. Dia memiliki hubungan dekat dengan Muhlabi, pujangga terkenal di masa itu. Salah satu karya Ibnu Hajjaj adalah antologi puisinya yang dibukukan dalam delapan jilid, dan hingga kini salah satu naskahnya masih tersimpan di museum Baghdad. Sebagian lain dari naskah-naskah itu kini tersebar di sejumlah Negara dan disimpan di museum Britania dan Universitas Istanbul.

23 Jumadits-Tsani
Ibnu Athaullah Wafat

Tanggal 23 Jumadits- Tsani tahun 709 Hijriah, Ibnu Athaullah, yang terkenal dengan nama Syeikh Kabir, seorang ahli bahasa, tafsir, dan fiqih muslim meninggal dunia. Beliau dilahirkan di Kairo, Mesir, ditengah keluarga religius dan setelah menimba ilmu dan pengetahuan agama, beliau menjadi seorang ahli fiqih terkemuka.
Kemudian, Ibnu Athaullah membaktikan hidupnya sebagai pengajar agama. Beliau berpendapat, salah satu tugas ulama adalah memberi nasehat kepada para penguasa dan beliau secara bersungguh-sungguh menasehati dan membimbing para penguasa. Diantara karya Ibnu Athaullah yang terkenal adalah Al hikam Al Athaiyah dan Al Munajaat Al Athaiyah.

Ayatullah Mulla Habibullah Syarif Kashani Wafat
Tanggal 23 Jumadits-Tsani tahun 1340 Hijriah, Ayatullah Mulla Habibullah Syarif Kashani, seorang ulama dan ahli fiqih muslim asal Iran, meninggal dunia. Beliau dilahirkan tahun 1262 Hijriah. Beliau melalui pendidikannya dengan amat cepat sehingga pada usia 18 tahun, beliau telah mencapai derajat mujtahid. Mulla Habibulah sangat memperhatikan masalah ilmu dan akhlak, sehingga beliau ikut terjun dalam masalah politik. Ayatullah Habibullah Syarif Kashani meninggalkan karya yang banyak, diantaranya berjudul Asrarul Arifin.

24 Jumadits-Tsani
Ahmad bin Ali Baihaqi Sabzewari Wafat

Tanggal 24 Jumadits-Tsani tahun 544 Hijriah, Ahmad bin Ali Baihaqi Sabzewari, seorang ilmuwan muslim meninggal dunia. Dia adalah ilmuwan bidang nahwu dan bahasa yang terkemuka di zamannya. Dia juga menulis tafsir Al-Quran dan mampu membaca Al-Quran dengan bagus. Ahmad bin Ali Baihaqi Sabzewari meninggalkan banyak karya tulis yang umumnya mengenai Al-Quranul Karim.

Abu Zakaria Wafat
Tanggal 24 Jumadits-Tsani tahun 616 Hijriah, Yahya bin Qasim Tsa'labi yang terkenal dengan nama Abu Zakaria, seorang sastrawan dan penyair Arab terkenal, meninggal dunia. Selain menguasai bidang sastra, dia juga merupakan ulama di bidang fiqih, agama, dan tafsir Quran. Abu Zakaria selama bertahun-tahun.

26 Jumadits-Tsani
Syaikh Jamaluddin Miqdad Hali Asady Wafat

Tanggal 26 Jumadits-Tsani tahun 826 Hijriah, Syaikh Jamaluddin Miqdad Hali Asady, ahli fiqih dan ulama muslim Irak, meninggal dunia. Dia dilahirkan di Irak dan menjadi murid Muhammad bin Maki.
alam rangka menyempurnakan dan menafsirkan dasar-dasar ilmu fiqih yang diajarkan oleh gurunya itu, Syaih Asady yang terkenal dengan nama "Fadhil Miqdad" ini, menyusun berbagai kitab. Di antara karya-karya Fadhil Miqdad yang terkenal berjudul "Adab Haji" dan "Ayatul Ahkam".

27 Jumadits-Tsani
Haji Mirza Husain Nuri Tabrisi Wafat

Tanggal 27 Jumadits-Tsani tahun 1320 Hijriah, Haji Mirza Husain Nuri tabrisi, seorang ulama muslim Iran, meninggal dunia. Ulama ini sangat utama dalam ibadah, ketakwaan, kehati-hatian, dan penyucian jiwa. Beliau banyak meninggalkan karya penulisan di bidang ilmu hadis, tafsir Quran, dan penjelasan mengenai ulama-ulama Islam. Semua itu ditulisnya degan penuh ketelitian dan kekhasan. Beliau juga menulis mengenai Ahlul Bait Rasulullah SAWW. Di antara karya beliau yang paling terkenal adalah "Mustadrak Wasail" yang berisi catatan kehidupan ulama-ulama besar muslim.

Mirza Abul Hasan Azarbaijani Mishkini Wafat
Tanggal 27 Jumadits-Tsani tahun 1358 Hijriah, Mirza Abul Hasan Azarbaijani Mishkini, seorang ulama Iran, meninggal dunia di kota Baghdad. Sejak masa mudanya, Mirza Mishkini telah menuntut ilmu kepada ulama-ulama besar sampai akhirnya beliau sendiri menjadi salah satu di atara ulama-ulama besar zaman itu. Beliau sangat menguasai ilmu fiqih, ushul fiqih, dan tafsir Quran. Di antara karya-karya Mirza Mishkini adalah sebuah buku tafsir atas kitab "Makasib" karya Syaikh Murtadha Anshari.

28 Jumadits-Tsani
Abul Qasim Syatibi Wafat

Tanggal 28 Jumadits-Tsani tahun 590 Hijriah, Abul Qasim Syatibi ulama dan pembaca Al-Quranul Karim asal Mesir, meninggal dunia. Meskipun buta, Syatibi yang termasyhur dengan nama Imamul Qura' selain menguasai ilmu pembacaan Al-Quran, juga menguasai ilmu tajwid, nahwu, tafsir Quran, hadis, bahasa, dan ilmu-ilmu agama lainnya. Dia juga sangat banyak menghapal hadis. Abul Qasim Syatibi banyak meninggalkan karya di antaranya "Qasidah Syatibiah" yang berisi berbagai masalah tajwid dan telah dicetak berkali-kali di Mesir dan India.

Mirza Muhammad bin Sulaiman Tankabani Wafat
Tanggal 28 Jumadits-Tsani tahun 1302 Hijriah, Mirza Muhammad bin Sulaiman Tankabani, ulama dan sastrawan Iran meninggal dunia. Selain ahli dalam fiqih, dia juga sastrawaan yang berilmu dan penyair yang berbakat pada zamannya. Di antara karya-karya yang ditinggalkan Tankabani adalah "Qishahul Ulama" yang berisi penjelasan mengenai keadaan dan karya-karya sebagian ulama pada masa lampau. Karya Tankabani lainnya adalah "Al-Fawaid fi Ushulid-Din" yang berisi penjelasan mengenai prinsip agama dalam bentuk bait-bait syair.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar