Jumat, 26 Desember 2008

Kemenangan di Waktu Subuh




Setelah Fathul Makkah dikabarkan pada Nabi Saww. bahwa bani Salim mempersiapkan pemberontakan, mereka bermaksud menyerang Madinah, tapi sementara itu mereka bertahan di sebuah benteng di atas bukit, antara Makkah dan Madinah.

Rasulullah mengerahkan pasukan tiga kali berturut-turut dibawah panglima perang sahabat senior tapi hal ini mengalami kekalahan terus dan menimbulkan banyak korban. Akhirnya Rasulullah Saww mengirim pasukan di bawah panglima perang Ali As, dan para panglima serta pasukan sebelumnya harus bergabung dibawah Ali As.

Berbeda dengan manuver sebelumnya, Ali mengambil jalan yang tidak seperti biasanya dia memilih jalan melalui medan berat dengan tebing yang berbukit terjal dan batu-batu yang tajam. Walaupun banyak yang menentang tapi Ali As tetap pada strateginya dan memerintahkan untuk bergerak di malam hari dan musuh akan dikejutkan dengan serangan yang mendadak. Menjelang subuh pasukan Ali As masuk ke benteng dari arah belakang dan secara mendadak. Kuda-kuda menyerang dengan napas yang berdengus dan tapal kakinya bersentuhan dengan batu-batu tajam sehingga memercikkan api. Serangan itu betul-betul mengejutkan musuh, mereka takluk sebelum waktu subuh berakhir.

Pada waktu yang bersamaan di Madinah Nabi Saww. pada waktu sholat subuh membaca surat Al 'Adiyat ayat

(Wal 'Aadiyaati Dhobhaan Fal muuriyaati qadhaan Fal mughiiraati shubhaan Fa atsarna bihii nag'aan Fa washathna bihii jam'aan) "Demi kuda-kuda yang menyerang dengan napas berdengus. Kemudian menerbitkan percikan api. Menyerbu diwaktu subuh. Menerbangkan kepulan debu. Menembus ketengah-tengah musuh serentak "

Setelah selesai shalat subuh Nabi Saww memberitakan pada sahabatnya bahwa pasukan Ali As telah memperoleh kemenangan.

Beberapa hari setelah itu Nabi Saww menyambut kedatangan pasukan Ali di luar Madinah. Beliau memeluk Ali dengan penuh bahagia. Beliau bersabda " Wahai Ali, sekiranya aku tidak takut orang-orang akan memujamu seperti orang kristen memuja Isa As, maka aku akan mengumumkan keutamaannku.Apabila mereka mendengar, mereka akan mengambil tanah yang pernah kau injak untuk menyembuhkan penyakit mereka.

Kehormatan itu diberikan kepada Ali As bukan hanya untuk menghargai kemenangannya. Nabi Saww menghargai keberanian Ali As untuk mengambil cara atau jalan yang tidak konvensional, tetapi produktif. Tidak lazim tetapi memberikan kemenangan.

Dikutip dari Tafsir Bil Ma'tsur oleh Jalaluddin Rakhmat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar