Minggu, 14 Desember 2008

Wasiat dari Adam as




Saad bin Abdillah, dari Ahmad bin Muhammad bin Isa dan Muhammad bib Husain bin Abi Khotob dan Haistam bin Abi Masruq al-Hindi, dari Hasan bin Mahbub as-Sarrood, dari Maqotil bin Sulaiman, dari Abi Abdillah AS, berkata, "Nabi SAWW berkata, 'Aku adalah penghulu para nabi, dan wasiy-ku adalah penghulu para wasiy dan wasiy mereka adalah pemimpin para wasiy. Sesungguhnya Adam AS telah memohon agar Allah menjadikan baginya wasiy yang sholeh. Maka Allah SWT mewahyukan kepadanya, Sesungguhnya Aku telah memuliakan para nabi dengan kenabian, kemudian Aku pilih ciptaan-Ku dan Aku jadikan orang-orang yang baik dari mereka sebagai wasiy. Maka Adam AS berkata, Wahai Tuhanku jadikan wasiyku sebaik-baik wasiy. Maka Allah mewahyukan kepadanya, Wahai Adam, wasiatkanlah kepada Syiisy, maka Adam mewasiatkan kepada Syiisy, yaitu Hibatullah bin Adam AS. Dan Syiisy mewasiatkan kepada puteranya, Syabaan, dia adalah keturunan bidadari yang diturunkan Allah SWT kepada Adam AS dari syurga dan kemudian Adam AS menikahkannya kepada puteranya Syiisy. Dan Syabaan mewasiatkan kepada Mukhlis. Dan Mukhlis kepada Mahuq. Mahuq mewasiatkan kepada 'Astmiista. Dan 'Asmiista mewasiatkannya kepada Akhnukh, Yaitu Nabi Idris AS. Dan Idris AS mewasiatkan kepada Naahuur. Dan Naahur menyerahkan kepada Nabi Nuh AS. Nabi Nuh AS mewasiatkan kepada Saam. Dan Saam mewasiatkan kepada 'Atsamier. Dan Atsamier mewasiatkan kepada Bar'atsbasyaa. Dan Bar'atsbasyaa mewasiatkan kepada Yaafits. Dan Yaafits mewasiatkan kepada Barih. Dan Barih mewasiatkan kepada Hafasih. Hafasih mewasiatkan kepada Imron. Dan Imron menyerahkan kepada Ibrahim al-Kholil AS. Ibrahim mewasiatkan kepada puteranya Ismail. Dan Ismail mewasiatkan kepada Ishaq. Ishaq mewasiatkan kepada Ya'qub. Dan Ya'qub mewasiatkan kepada Yusuf. Yusuf mewasiatkan kepada Batsria. Dan Batsria mewasiatkan kepada Syua'ib. Dan Syua'ib menyerahkannya kepada Musa bin Imron AS. Musa mewasiatkan kepada Yuusya' bin Nuun. Yuusya' mewasiatkan kepada Nabi Daud. Daud mewasiatkan kepada Sulaiman. Sulaiman mewasiatkan kepada Aashif bin Barkhiya. Aasshif mewasiatkan kepada Zakariyyaa'. Zakariyyaa' mewasiatkan menyerahkannya kepada 'Isa bin Maryam AS. 'Isa mewasiatkan kepada Syam'uun bin Hamun as-Shofa. Syam'uun mewasiatkan kepada Yahya Bin Zakariyyaa'. Yahya bin Zakariyyaa' mewasiatkan kepada Mundhir. Mundhir mewasiatkan kepada Salimah. Dan Salimah mewasiatkan kepada Bardah.' Kemudian bersabda Rosulullah SAWW, 'Dan Bardah menyerahkannya kepadaku, dan aku menyerahkan kepadamu wahai Ali dan engkau menyerahkannya kepada wasiymu dan wasiymua menyerahkannya kepada Ausiya dari keturunanmu satu persatu sampai akhirnya diserahkan kepada sebaik-baik penghuni bumi setelahmu. Dan ummat akan mengingkarimu dan bertentangan satu sama lain tentangmu, pertentangan yang sangat keras. Orang yang tetap bersamamu ibarat orang yang tinggal bersamaku dan orang yang meninggalkanmu akan menempati neraka. (Bahas Arab) Dan neraka adalah tempat orang-orang kafir.

Dunia Tidak Pernah Kosong dari Hujjah

Muhammad bin Yahya, dari Abdillah bin Muhammad bin Isa, dari Muhammad bin Ibrahim, dari Zaid ash-Shahhaam, dari Daud ibnil 'Ala, dari Abi Hamzah ats-Tsimaali, berkata, "Berkata Al-Baqir AS, 'Dunia ini tidak pernah kosong. Sejak diciptanya langit dan bumi dari seorang Imam yang adil sampai ditetapkannya janji sebagai hujjah Allah bagi makhluknya."

Sa'ad bin Abdillah dari Ahmad bin Muhammmad bin Isa, dari Muhammad bin Sanan, dari Nu'man ar-Rojii, berkata, "Aku dan Bashir ad-dahaan bersama Abi Abdillah AS, maka beliau berkata: ketika akan diambil kenabian Adam AS dan ajalnya sampai, Allah mewahyukan kepadanya: Wahai Adam telah selesai kenabianmu dan terputus ajalmu maka lihatlah apa yang ada padamu dari ilmu serta warisan kenabian dan tanda ilmu serta nama yang agung. Jadikanlah semua itu bagi keturunanmu, berikan kepada Hibatullah. Sesungguhnya aku tidak meninggalkan bumi tanpa adanya seorang alim yang mengenal ketaatan kepadaku dan agamaku, menyelamatkan siapa saja yang mentaatinya.

Kepemimpinan adalah Ketentuan Allah

Sa'ad dari Ali bin Ismail, dari Abbas bin Ma'ruf, dari Ali bin Mahzryar, dari Hasan bin Ali bin Fadhol, berkata, "Bertanya Ismail bin Ammar kepada Abal Hasan -yang pertama- AS, maka eliau beliau berkata kepadanya AS, 'Adakah Allah telah mewajibkan bagi setiap imam untuk menetapkan dan mewasiatkan -imam setelahnya- sebelum meninggalkan dunia?' Berkata AS, 'Ya.' Berkata -Ismail bin Ammar-, 'Kewajiban dari Allah?' Berkata AS, 'Ya.'

Kepemimpinan adalah Khusus Bagi Ahlul Bait Nabi SAWW

Sa'ad, dari Ahmad bin Muhammad bin Isa, dari ayahnya, dari Muhammad bin Abi Umair, dari Ibnu Uzdainah, berkata, "Berkata kepadaku Barid bin Mua'wiyah al-Ajli, dari Abi Ja'far AS tentang firman Allah SWT (an-Nisaa: 54), 'Amyahsudunannaasa ala maa atahumullah min fadhlihi faqod atainaa ala Ibrahiimal kitaba wal hikmata wa atainaahum mulkan adziman (ataukah mereka dengki kepada manusia {Muhammad} lantaran karunia yang Allah berikan kepada manusia itu? Sesungguhnya kami telah memberikan kitab dan hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar.' Berkata, kamilah yang dihiasi atas keimamahan yang didatangkan dari Allah SWT kepada kami, bukan kepada makhluk yang lain. 'Faqod ataina ala Ibrahiimal kitaba wal hikmah wa atainahum mulkan adziman.' Maka dijadikanlah dari mereka rasul dan anbiya, dan imam, bagaimana mereka mengakui hal itu bagi keluarga Ibrahim, dan mengingkari hal itu bagi keluarga Muhammad, shalawat dan salam bagi mereka? 'Faminhum man aamanabihi faminhum manshodda'anhu wakafa bijahannama sya'iron. Innalladziina kafaru bi aayaatina saufa nushliihin naarun kullama nadhijat juluduhum baddal nahum juludan ghairoha liyadzukul 'adzaba innallaha kaana 'azizan hakiima. Walladziina aamanu wa 'amilushsholihati sanud khiluhum jannatin tajhrihi min takhtihal anharu khoolidiina fiiha abadan lahum fiiha azwajumuttaharatun wanud khiluhum dhillan dholiilan.' (Maka di antara mereka {orang -orang yang dengki itu}, ada orang-orang yang beriman kepada-Nya dan di antara mereka ada yang menghalangi {manusia} dari beriman kepada-Nya. Dan cukuplah {bagi meraka} jahanam yang menyala-nyala apinya. Sesungguhnya orang-orang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang sholeh, kelak akan Kami masukan mereka ke dalam syurga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai; kekal mereka di dalamnya; mereka di dalamnya memiliki isteri-isteri yang suci, dan Kami masukan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman) (An-Nisaa: 55-57).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar